//pc
//hp
Sekda Tinjau Pelaksanaan Sekolah Tatap Muka di Kecamatan Siak
Disdikbud Kab. Siak - 06 Januari 2021, Pukul 09:09 WIB
SIAK, RIAUBERNAS.COM - Sejumlah siswa mengikuti kegiatan belajar tatap muka hari pertama, Senin (04/01/2021). Walaupun ada beberapa anak yang tidak masuk pada hari ini namun hal ini bukanlah suatu halangan untuk dilaksanakannya proses belajar tatap muka ini. 

Sesuai dengan yang direncanakan oleh Dinas Pendidikan, proses belajar mengajar tatap muka ini akan dilaksanakan secara bergilir. Dan bagi yang tidak melaksanakan tatap muka akan tetap belajar secara daring. 

"Proses belajar mengajar tatap muka ini harus dilaksanakan sesuai dengan protokol kesehatan. Dinas Pendidikan dan Tenaga Pendidik tentunya sudah merencanakan yang terbaik untuk pelaksanaan belajar tatap muka ini. Dinas pendidikan juga akan menunjang kegiatan ini dengan memberikan masker gratis. Dan tidak lupa untuk menjalankan 3M bagi sekolah-sekolah yang sudah melaksanakan proses belajar tatap muka ini," kata Sekda Siak Arfan Usman.

Uji coba pelaksanaan proses belajar tatap muka ini akan berjalan selama 2 bulan. Dan nantinya akan diseleksi kembali apakah kegiatan ini akan dilanjutkan sesuai dengan keadaan dari daerah masing-masing. 

Sekda Siak juga mengingatkan supaya siswa membawa makanan minuman dari rumah dan tetap terus menggunakan masker, mencuci tangan, dan menjaga jarak, serta tetap semangat. (Van) 

Baca juga :

TRIBUNPEKANBARU.COM, SIAK - Bupati Siak Alfedri mengapresiasi diluncurkannya chanel youtube Disdikbud Siak Bedelau. Menurutnya pola pembelajaran melalui chanel youtube ini sangat tepat di masa pandemi Covid 19 saat ini. "Kami atas nama Pemkab Siak mengapresiasi terobosan atau inovasi yang dibuat oleh Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Siak ini yang bekerjasama dengan Tanoto Foundation," kata Alfedri, Rabu (21/5/2020).

Ia sampaikan pembelajaran on-line dinilai sejalan dengan salah satu visi Kabupaten Siak yaitu terwujudnya masyarakat kabupaten Siak yang cerdas dan sejalan dengan program Siak menuju 100 kabupaten/kota Smart City di Indonesia. “Oleh karena itu program ini akan mejandi program berkelanjutan baik dalam kondisi sekarang ini, dan masa yang akan datang," ucapnya.

Lebih lanjut ia mengatakan, metoda belajar secara virtual ini bisa berjalan dengan baik. Pihaknya mendorong agar chanel youtube tersebut bisa berkembang. Dengan diluncurkannya program itu, sekaligus diharapkan dapat menjawab tantangan pendidikan saat ini, mengingat wilayah Kabupaten Siak yang cukup luas.

Kata Alfedri, sejak merebaknya wabah corona di Indonesia, Pemkab Siak pada pertengahan Maret 2020 kemarin, telah mengeluarkan kebijakan untuk meliburkan sekolah. Kebijakan tersebut harus dipahami dan diketahui oleh masyarakat, mengingat kebijakan libur sekolah tidak menghentikan proses belajar. "Tentunya sistem proses belajar mengajar tetap berjalan yakni belajar di rumah," kata dia.
Inovasi 'Disdikbud Siak Bedelau' tersebut merupakan solusi cerdas dalam memberikan pembelajaran kepada para tenaga didik maupun peserta didik tengah kondisi Siak menghadapi wabah Corona atau Covid-19.

Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kabupaten Siak Lukman, menambahkan, tujuan chanel Disdikbud Siak Bedelau ini dibuat untuk menyikapi proses belajar mengajar di masa wabah Covid-19. "Ini adalah kerisauan dari rekan-rekan guru, orang tua murid maupun murid itu sendiri yang telah lama tidak bertatap muka dalam proses belajar dan mengajar," sebutnya.

Lukman menjelaskan, pola pembelajaran di channel youtube Disdikbud Siak Bedelau dengan cara menunjuk guru yang kompeten sesuai kelas untuk SD/MI dan sesuai mata pelajaran untuk SMP/MTs.

Kemudian, guru yang ditunjuk akan mengajar secara live dan akan disaksikan atau diikuti oleh guru-guru dan peserta didik yang lain se Kabupaten Siak. Hal ini dilakukan untuk menjawab permasalahan bagi guru-guru yang masih lemah dengan teknologi dan juga masih lemah mendesign pembelajaran berbasis teknologi.

Lanjutnya, saat ini telah dilakukan Musyawarah Guru Mata Pelajaran (MGMP) SMP/MTs setiap mata pelajaran (mapel) secara dalam jaringan (daring) , untuk membantu guru memahami pembelajaran jarak jauh berbasis teknologi. Memotivasi guru untuk mengubah mindset terhadap pola belajar dan mengajar di saat wabah Covid-19 ini.

"InsyaAllah akan dilakukan tindak lanjut MGMP Virtual berbasis rayon atau kecamatan. Begitu juga akan menyusul KKG Virtual untuk guru2 di SD/MI," ujarnya.

Menurut Lukman, jika wabah Covid-19 ini masih berlangsung maka pembelajaran daring melalui channel youtube Disdikbud Siak Bedelau akan di mulai di awal Tahun Pelajaran 2020/2021 (Juli 2020).

Bagi orangtua atau peserta didik yang tidak punya fasilitas HP maka akan dilakukan pembelajaran luring (luar jaringan) dengan cara menentukan portal-portal atau tempat bagi anak-anak mengambil materi atau tugas. Nanti akan disiapkan modul bagi peserta didik yang tidak bisa melaksanakan pembelajaran daring.

Untuk kerjasama dengan pihak Tanoto Foundation (TF) sudah berjalan dua tahun terakhir. TF melakukan pendampingan bagi guru-guru dan kepala sekolah dalam rangka meningkatkan mutu pendidikan di Kabupaten Siak. Guru-guru dan kepala sekolah banyak mendapatkan ilmu dan bimbingan dari TF, karena TF memiliki tenaga ahli dan profesional terkait pengembangan mutu pendidikan.

Sementara Dendi Satria Buana Perwakilan Tanoto Foundation mengatakan, pihaknya bekerjasama dengan Kabupaten Siak melalui Program PINTAR untuk peningkatan mutu Pendidikan Dasar (SD/MI & SMP/MTs). Kerjasama ini telah berlangsung dari 2018 hingga saat ini.

Melalui program Pintar kata Dendi, TF mendukung penembangan kompetensi kepsek, guru dan pengawas melalui pelatihan-pelatihan serta pendampingan ke sekolah. Selama ini (sebelum ada COVID-19), pelatihan & pendampingan dilakukan secara langsung.

Di masa penanganan pandemi Covid-19 ini TF mendukung terselenggaranya Pembelajaran jarak jauh yang berkualitas dan bermakna.

Lukman menjelaskan, pola pembelajaran di channel youtube Disdikbud Siak Bedelau dengan cara menunjuk guru yang kompeten sesuai kelas untuk SD/MI dan sesuai mata pelajaran untuk SMP/MTs.

Kemudian, guru yang ditunjuk akan mengajar secara live dan akan disaksikan atau diikuti oleh guru-guru dan peserta didik yang lain se Kabupaten Siak. Hal ini dilakukan untuk menjawab permasalahan bagi guru-guru yang masih lemah dengan teknologi dan juga masih lemah mendesign pembelajaran berbasis teknologi.

Lanjutnya, saat ini telah dilakukan Musyawarah Guru Mata Pelajaran (MGMP) SMP/MTs setiap mata pelajaran (mapel) secara dalam jaringan (daring) , untuk membantu guru memahami pembelajaran jarak jauh berbasis teknologi. Memotivasi guru untuk mengubah mindset terhadap pola belajar dan mengajar di saat wabah Covid-19 ini.

"InsyaAllah akan dilakukan tindak lanjut MGMP Virtual berbasis rayon atau kecamatan. Begitu juga akan menyusul KKG Virtual untuk guru2 di SD/MI," ujarnya.

Menurut Lukman, jika wabah Covid-19 ini masih berlangsung maka pembelajaran daring melalui channel youtube Disdikbud Siak Bedelau akan di mulai di awal Tahun Pelajaran 2020/2021 (Juli 2020).

Bagi orangtua atau peserta didik yang tidak punya fasilitas HP maka akan dilakukan pembelajaran luring (luar jaringan) dengan cara menentukan portal-portal atau tempat bagi anak-anak mengambil materi atau tugas. Nanti akan disiapkan modul bagi peserta didik yang tidak bisa melaksanakan pembelajaran daring.

Untuk kerjasama dengan pihak Tanoto Foundation (TF) sudah berjalan dua tahun terakhir. TF melakukan pendampingan bagi guru-guru dan kepala sekolah dalam rangka meningkatkan mutu pendidikan di Kabupaten Siak. Guru-guru dan kepala sekolah banyak mendapatkan ilmu dan bimbingan dari TF, karena TF memiliki tenaga ahli dan profesional terkait pengembangan mutu pendidikan.

Sementara Dendi Satria Buana Perwakilan Tanoto Foundation mengatakan, pihaknya bekerjasama dengan Kabupaten Siak melalui Program PINTAR untuk peningkatan mutu Pendidikan Dasar (SD/MI & SMP/MTs). Kerjasama ini telah berlangsung dari 2018 hingga saat ini.

Melalui program Pintar kata Dendi, TF mendukung penembangan kompetensi kepsek, guru dan pengawas melalui pelatihan-pelatihan serta pendampingan ke sekolah. Selama ini (sebelum ada COVID-19), pelatihan & pendampingan dilakukan secara langsung.

Di masa penanganan pandemi Covid-19 ini TF mendukung terselenggaranya Pembelajaran jarak jauh yang berkualitas dan bermakna.


Penulis: Mayonal Putra
Editor: Ilham Yafiz
RIAUONE.COM, SIAK - Bupati Siak Alfedri mengapresiasi diluncurkannya chanel youtube Disdikbud Siak Bedelau. Menurutnya pola pembelajaran melalui chanel youtube ini sangat tepat dimasa pandemi saat ini. 

"Kami atas nama Pemkab Siak mengapresiasi terobosan atau inovasi yang dibuat oleh Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kab Siak ini yang bekerjasama dengan Tanoto Foundation" kata Alfedri, Rabu (20/5/2020). 

Ia sampaikan pembelajaran on-line dinilai sejalan dengan salah satu visi Kabupaten Siak yaitu terwujudnya masyarakat kabupaten Siak yang cerdas dan sejalan dengan program Siak menuju 100 kabupaten/kota Smart City di Indonesia.

" Oleh karena itu program ini akan mejandi program berkelanjutan baik dalam kondisi sekarang ini, dan masa yang akan datang" ucapnya. 

Lebih lanjut ia mengatakan, metoda belajar secara virtual ini bisa berjalan dengan baik, dan pihaknya mendorong  agar chanel youtube tersebut bisa berkembang. Dengan diluncurkannya program itu, sekaligus diharapkan dapat menjawab tantangan pendidikan saat ini, mengingat wilayah Kabupaten Siak yang cukup luas. 

Kata Alfedri, sejak merebaknya wabah corona di Indonesia, Pemkab Siak pada pertengahan Maret 2020 kemarin, telah mengeluarkan kebijakan untuk meliburkan sekolah, namun kebijakan tersebut harus dipahami dan diketahui oleh masyarakat, mengingat kebijakan libur sekolah yang dibuatnya itu tentunya sistem proses belajar mengajar tetap berjalan (belajar dirumah).

Inovasi 'Disdikbud Siak Bedelau' tersebut merupakan solusi cerdas dalam memberikan pembelajaran kepada para tenaga didik maupun peserta didik tengah kondisi Siak menghadapi wabah Corona atau Covid-19.   

Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan  (Disdikbud) Kabupaten Siak Lukman, menambahkan, tujuan chanel Disdikbud Siak Bedelau ini  dibuat untuk menyikapi proses belajar mengajar dimasa wabah Covid-19. 

"Ini adalah kerisauan dari rekan-rekan guru, orang tua murid maupun murid itu sendiri yang telah lama tidak bertatap muka dalam proses belajar dan mengajar" sebutnya. 

Lukman menjelaskan, pola pembelajaran di channel youtube Disdikbud Siak Bedelau dengan cara menunjuk guru yang kompeten sesuai kelas untuk SD/MI dan sesuai mata pelajaran untuk SMP/MTs. 

Kemudian, guru yang ditunjuk akan mengajar secara live dan akan disaksikan atau diikuti oleh guru-guru dan peserta didik yang lain se Kab. Siak. Hal ini dilakukan untuk menjawab permasalahan bagi guru-guru yang masih lemah dengan teknologi dan juga masih lemah mendesign pembelajaran berbasis teknologi.

Lanjutnya, saat ini telah dilakukan Musyawarah guru mata pelajaran (MGMP) SMP/MTs setiap mata pelajaran (mapel) secara dalam jaringan (daring) , untuk membantu guru memahami pembelajaran jarak jauh berbasis teknologi. Memotivasi guru untuk mengubah mindset terhadap pola belajar dan mengajar di saat wabah Covid-19 ini.

"InsyaAllah akan dilakukan tindak lanjut MGMP Virtual berbasis rayon atau kecamatan. Begitu juga akan menyusul KKG Virtual untuk guru2 di SD/MI" ujarnya. 

Ia bilang, Jika wabah Covid-19 ini masih berlangsung maka pembelajaran daring melalui channel youtube Disdikbud Siak Bedelau akan di mulai di awal Tahun Pelajaran 2020/2021 (bulan Juli 2020).

Sementara lanjut dia, bagi orangtua atau peserta didik yg tidak punya fasilitas HP maka akan dilakukan pembelajaran luring (luar jaringan) dengan cara menentukan portal-portal atau tempat bagi anak-anak mengambil materi atau tugas. Nanti  akan disiapkan modul bagi peserta didik yang tidak bisa melaksanakan pembelajaran daring.

Dan untuk kerjasama dengan pihak Tanoto Foundation (TF) sudah berjalan dua tahun terakhir. TF melakukan pendampingan bagi guru-guru dan kepala sekolah dalam rangka meningkatkan mutu pendidikan di Kab. Siak. Guru-guru dan kepala sekolah banyak mendapatkan ilmu dan bimbingan dari TF, karena TF memiliki tenaga ahli dan profesional terkait pengembangan mutu pendidikan.

Sementara  Dendi Satria Buana Perwakilan Tanoto Foundation mengatakan, pihaknya bekerjasama dengan Kabupaten Siak melalui Program PINTAR untuk peningkatan mutu Pendidikan Dasar (SD/MI & SMP/MTs). Kerjasama ini telah berlangsung dari tahun 2018 hingga saat ini.

Melalui Pintar kata Dendi, TF mendukung penembangan kompetensi kepsek, Guru dan Pengawas melalui pelatihan-pelatihan serta pendampingan ke sekolah. Selama ini (sebelum ada COVID-19), pelatihan & pendampingan dilakukan secara langsung.

Di masa penanganan pandemik COVID-19 ini   TF mendukung terselenggaranya Pembelajaran Jarak Jauh yang berkualitas dan bermakna.

"Bulan April 2020, kami baru saja melatih ToT Fasda Siak tentang pembelajaran Jarak Jauh. Ini akan dilanjutkan dengan pelatihan ke kepsek, guru di bulan Juni 2020. Setelah itu dilanjutkan dengan kegiatan pendampingan sekolah/KKG/MGMP.

Tetap dengan payung Program PINTAR yang kegiatannya sudah disesuaikan dengan kebutuhan pembelajaran di masa penanganan COVID-19.

"Untuk channel yang diluncurkan disdik, kami akan berkolaborasi bersama para pihak mendukung penyediaan konten dan model-model pembelajaran jarak jauh. Menyesuaikan dengan kondisi saat COVID-19, kegiatan-kegiatan tersebut akan dilakukan secara online/daring" jelasnya. 

Turut hadir dalam video conference itu, Kakan Kemenag Muharrom, Asisten 1 Budhi Yuwono, Sekretaris Disdikbud dan Nurul Hasanah selaku host dari Tanoto Foundation. Selain itu Live Streaming tersebut di ikuti oleh kepala sekolah, Korwilcam, komite sekolah, guru dan peserta didik yang berjumlah sekitar 200 orang.


Laporan : Masroni
SIAK (Infosiak.com) – Setelah dibuka secara langsung oleh Ketua Presidium JKPI 2020 sekaligus Bupati Siak Alfedri pada pukul 09:00 WIB pagi hari, Rakernas JKPI tepat pada pukul 13:30 WIB dilaksanakan.di Ruang Rapat Raja Indra Pahlawan, Lt.II Kantor Bupati Siak, Ahad (20/12/2020).

Bupati Siak Alfedri saat membuka pelaksanaan rapat menyampaikan bahwa Jaringan Kota Pusaka Indonesia memiliki tujuan utama dalam membangun kerjasama untuk melestarikan dan mengembangkan pusaka baik alam maupun budaya diantara kota-kota yang memiliki pusaka tersebut.

“Rakernas ke-VIII JKPI ini bertujuan untuk membangun dan memperkokoh kerjasama diantara kota-kota yang memiliki pusaka baik alam maupun budaya dalam mendorong peran aktif masyarakat dalam pelestarian pusaka dan pengembangannya yang positif dalam kehidupan masyarakat”, jelasnya.

Selain itu, Ketua Presidium JKPI 2020 itu juga menyampaikan bahwa Rakernas ini juga sebagai upaya untuk terus melestarikan dan menjunjung tinggi nilai sejarah dalam pemanfaatan pusaka untuk kesejahteraan masyarakat.

Baca Juga:  Pemkab Siak Raih Opini WTP Kedelapan dari BPK RI
“Rakernas ini juga sebagai upaya kita untuk terus memelihara dan menjunjung tinggi nilai sejarah pemanfaatan pusaka untuk kesejahteraan masyarakat.Selain itu tentunya untuk mengambangkan pemahaman keberagaman alam dan budaya guna memperkuat Negara Kesatuan Republik Indonesia”, urainya.

Lebih lanjut, Ia menyampaikan bahwa JKPI akan terus mengembangkan kerjasama dengan beberapa lembaga dan mitra diantaranya Badan Pelestarian Pusaka Indonesia (BPPI),Ikatan Arsitek Indonesia (IAI), serta Asosiasi Tradisi Lisan (ATL).

“Disamping itu,kita juga perlu membahas beberapa hal penting,diantaranya memutuskan pelaksanaan Rakernas maupun Konggres dan pra konggres JKPI ke-IX, memutuskan calon anggota JKPI yang baru,Badan hukum JKPI,menetapkan Mars JKPI,memberikan penghargaan Deklarator JKPI,serta penetapan kota pusaka sebagai kawasan strategis kota pusaka Indonesia”, terangnya.

Selanjutnya, Bupati Siak Alfedri seraya mengucapkan kalimat thayyibah membuka secara resmi pelaksanaan Rapat Kerja Nasional ke-VIII JKPI tersebut.

Acara kemudian dilanjutkan diskusi oleh seluruh anggota JKPI,yang terdiri dari Bupati/Walikota terkait.Dalam kesempatan ini juga di laksanakan presentasi oleh Bupati Jepara Dian Kristiandi terkait situs serta cagar budaya Kabupaten Jepara, dimana Kabupaten Jepara merupakan salah satu kandidat calon anggota JKPI yang baru.

Setelah beberapa jam berlalu,tepat pukul 15:48 WIB, Direktur Eksekutif JKPI Nanang Asparinal membacakan keputusan Rakernas ke-VIII JKPI, diantaranya ialah Menetapkan Mars JKPI, Memutuskan dan menyepakati Kabupaten Jepara diterima dengan catatan sebagai anggota baru JKPI.

Selain itu,hari pertama Rakernas ini juga memutuskan untuk membagi Jaringan Kota Pusaka Indonesia menjadi tiga wilayah.yakni wilayah timur yang dipimpin oleh Kota Ambon, kemudian wilayah tengah dipimpin oleh Kota Bogor, serta wilayah barat dipimpin oleh Kota Banda Aceh.

“Pembagian wilayah JKPI ini guna mempermudah koordinasi antar Kabupaten/Kota di masing-masing wilayah”, demikian disampaikan Bupati Karangasem I Gusti Ayu Mas Sumantri disela-sela diskusi.

Selain tiga hal tersebut,Rakernas JKPI juga memutuskan Kota Bogor sebagai tuan rumah Rakernas/Konggres JKPI ke-IX tahun 2021, juga memutuskan pelaksanaan pra Konggres di Kota Banda Aceh tahun 2021, serta Kota Palembang sebagai tuan rumah Rakernas/Konggres JKPI ke-X tahun 2022.

“Kita juga terus mendorong terbitnya Badan Hukum JKPI secepatnya guna mempermudah kerjasama dengan semua pihak.Kita juga memutuskan untuk menyusun rekomendasi JKPI terkait penetapan kota pusaka sebagai kawasan strategis kota pusaka Indonesia.Dan ini nanti akan kita kirimkan kepada Bapak Presiden Joko Widodo, kemudian tembusan nantinya kepada Kementrian dan lembaga terkait”, jelas Alfedri sekaligus menutup Rakernas JKPI ke-VIII tersebut.

Rakernas ke-VIIJ JKPI ini juga di hadiri oleh Sekretaris Daerah Kabupaten Siak Arfan Usman, Asisten II Setda Kabupaten Siak Hendrisan, Bupati dan Walikota anggota JKPI beserta Unsur Pimpinan Daerah Terkait.serta Pimpinan OPD di lingkungan Pemerintah Kabupaten Siak.