//pc
//hp
Meriam Kuno di Bukit Batu, Bukti Sejarah Kerajaan Siak dan Pengabdian Datuk Laksamana
Disdikbud Kab. Siak - 06 Januari 2021, Pukul 09:16 WIB
BENGKALIS (Infosiak.com) – Sebagian besar masyarakat Kabupaten Siak dan masyarakat Kabupaten Bengkalis tentu sudah tidak asing lagi dengan nama Datuk Laksamana Raja di Laut. Meski bukan keturunan raja maupun kerabat raja, Namun nama Datuk Laksamana Raja di Laut kerap disandingkan/dikaitkan dengan sejarah Kesultanan Kerajaan Siak.

Sebagai salah satu kerajaan yang pernah berkuasa hingga Selat Malaka, Kerajaan Siak tidak hanya meninggalkan jejak di sekitar aliran Sungai Siak saja, rumah/kediaman Datuk Laksamana Raja di Laut yang berada di Desa Sukajadi Kecamatan Bukit Batu Kabupaten Bengkalis, juga merupakan bagian dari warisan/peninggalan Kerajaan Siak.

Berdasarkan keterangan yang diterima Infosiak.com dari beberapa sumber, Datuk Laksamana Raja di Laut merupakan salah satu penggawa Kerajaan Siak yang mendapatkan tugas dari Raja Siak untuk mengamankan pesisir pantai di Selat Malaka. Ada Empat Datuk yang konon mendapatkan tugas dari Raja Siak untuk mengamankan pesisir pantai di perairan Selat Malaka, mereka adalah Datuk Ibrahim, Datuk Khamis, Datuk Abdullah Shaleh (bergelar Datuk Laksamana Raja di Laut III), dan Datuk Ali Akbar (bergelar Datuk Laksamana Raja di Laut IV).

Guna mendapatkan informasi tentang riwayat singkat Datuk Laksamana Raja di Laut itu, Infosiak.com juga telah meminta penjelasan dari sejumlah tokoh yang ada di Kabupaten Siak, termasuk kepada tokoh masyarakat Siak yang juga merupakan sejarawan Siak Datuk H Said Muzani, berdasarkan penjelasan yang disampaikan oleh Datuk H Said Muzani, riwayat hidup Datuk Laksamana Raja di Laut adalah orang kepercayaan Raja Siak yang ditugaskan di pesisir Laut.

“Iya, beliau (Datuk Laksamana Raja di Laut, red) ditugaskan oleh Sultan Siak untuk mengawasi dan mengamankan laut pesisir timur mulai selat Bengkalis, hingga perairan Dumai dan selat Melaka, dimana saat itu banyak lanun (bajak laut, red) yang kerap merompak pedagang-pedagang dari Sumatera yang melintas menuju Melaka,” terang Datuk H Said Muzani, Selasa (05/01/2020) siang, kepada Infosiak.com.

Situs peninggalan sejarah berupa rumah/kediaman Datuk Laksamana Raja di Laut yang ada di Kecamatan Bukit Batu itu, merupakan peninggalan Datuk Ali Akbar yang dikenal dengan sebutan Datuk Laksamana Raja di Laut IV. Berbeda dengan Istana Siak yang berada di pusat pemerintahan Kabupaten Siak. Butuh waktu sekitar 1,5 jam lewat jalur darat dari Kota Siak menuju tempat tersebut.

Selain rumah dan makam Datuk Laksamana Raja di Laut yang berlokasi di Desa Sukajadi Kecamatan Bukit Batu Kabupaten Bengkalis itu, juga terdapat 5 pucuk meriam kuno yang juga merupakan peninggalan sejarah dari Datuk Laksamana Raja di Laut. 5 pucuk meriam kuno tersebut berukuran panjang sekitar 2,5 meter, dan berdiameter sekitar 20 Cm.

Menurut cerita dari para orangtua, meriam kuno yang merupakan peninggalan dari Datuk Laksamana Raja di Laut itu, merupakan salah satu senjata yang digunakan oleh Datuk Laksamana Raja di Laut untuk mengusir serta menghadapi para perompak yang kerap menggangu keamanan di wilayah laut.

Wallahu A’lamu Bishshowab.

Laporan: Atok

Editor: Afrijon

Baca juga :

SIAK (CAKAPLAH) - Guru Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) di Kabupaten Siak ternyata masih banyak yang belum menyandang status sarjana.

Bupati Siak Alfedri merincikan, dari jumlah seluruh tenaga didik PAUD di Siak sebanyak 946 orang, di antaranya yang berstatus sarjana sebanyak 558 (59%), dan non sarjana 388 (41%).

Oleh karena itu, Pemkab Siak berkomitmen untuk meningkatkan SDM guru PAUD di Siak dengan melakukan penandatanganan nota kesepahaman atau memorandum of understanding (MoU) dengan Universitas Lancang Kuning (Unilak) tentang meningkatkan pendidikan, pengajar dan pengabdian kepada masyarakat.

Alfedri menjelaskan, penandatanganan MoU tersebut bukan hanya program bagi tenaga pendidik namun berlaku juga untuk meningkatkan SDM aparatur pemerintahan di Kabupaten Siak.

"Ini salah satu upaya untuk meningkatkan tenaga pendidik di Siak," kata Alfedri usai melakukan penandatanganan Mou dengan Unilak di Gedung Batin Djaonang, Kantor Camat Minas, Jumat (9/4/2021).

Lanjut Alfedri, Kemendagri, Kemendikbud dan Kemendes PDTT juga sudah melakukan MoU dan kolaborasi untuk meningkatkan potensi SDM pada tenaga pendidik, ASN dan aparatur desa di Indonesia.

"Jadi sekarang ini bagi guru-guru PAUD yang ingin kuliah, tidak perlu datang ke kampus. Proses belajar mengajar bisa dilakukan secara daring. Ini akan lebih efisien untuk guru menyelesaikan pendidikan sarjananya, tak ada alasan untuk tidak kuliah," kata dia.

Untuk guru SD, kata Alfedri, jumlah guru seluruhnya di Siak ada 3.587 orang, terdiri dari 90 persen sudah sarjana dan tinggal 10 persen lagi yang belum.

Sedangkan guru SMP sebanyak 94 persen sudah berstatus sarjana dari total 1.733 orang tenaga guru SMP.***

Penulis:Wahyu
Editor:Jef Syahrul
Kategori:PendidikanKabupaten Siak
TRIBUNPEKANBARU.COM, SIAK - Bupati Siak Alfedri mengapresiasi diluncurkannya chanel youtube Disdikbud Siak Bedelau. Menurutnya pola pembelajaran melalui chanel youtube ini sangat tepat di masa pandemi Covid 19 saat ini. "Kami atas nama Pemkab Siak mengapresiasi terobosan atau inovasi yang dibuat oleh Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Siak ini yang bekerjasama dengan Tanoto Foundation," kata Alfedri, Rabu (21/5/2020).

Ia sampaikan pembelajaran on-line dinilai sejalan dengan salah satu visi Kabupaten Siak yaitu terwujudnya masyarakat kabupaten Siak yang cerdas dan sejalan dengan program Siak menuju 100 kabupaten/kota Smart City di Indonesia. “Oleh karena itu program ini akan mejandi program berkelanjutan baik dalam kondisi sekarang ini, dan masa yang akan datang," ucapnya.

Lebih lanjut ia mengatakan, metoda belajar secara virtual ini bisa berjalan dengan baik. Pihaknya mendorong agar chanel youtube tersebut bisa berkembang. Dengan diluncurkannya program itu, sekaligus diharapkan dapat menjawab tantangan pendidikan saat ini, mengingat wilayah Kabupaten Siak yang cukup luas.

Kata Alfedri, sejak merebaknya wabah corona di Indonesia, Pemkab Siak pada pertengahan Maret 2020 kemarin, telah mengeluarkan kebijakan untuk meliburkan sekolah. Kebijakan tersebut harus dipahami dan diketahui oleh masyarakat, mengingat kebijakan libur sekolah tidak menghentikan proses belajar. "Tentunya sistem proses belajar mengajar tetap berjalan yakni belajar di rumah," kata dia.
Inovasi 'Disdikbud Siak Bedelau' tersebut merupakan solusi cerdas dalam memberikan pembelajaran kepada para tenaga didik maupun peserta didik tengah kondisi Siak menghadapi wabah Corona atau Covid-19.

Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kabupaten Siak Lukman, menambahkan, tujuan chanel Disdikbud Siak Bedelau ini dibuat untuk menyikapi proses belajar mengajar di masa wabah Covid-19. "Ini adalah kerisauan dari rekan-rekan guru, orang tua murid maupun murid itu sendiri yang telah lama tidak bertatap muka dalam proses belajar dan mengajar," sebutnya.

Lukman menjelaskan, pola pembelajaran di channel youtube Disdikbud Siak Bedelau dengan cara menunjuk guru yang kompeten sesuai kelas untuk SD/MI dan sesuai mata pelajaran untuk SMP/MTs.

Kemudian, guru yang ditunjuk akan mengajar secara live dan akan disaksikan atau diikuti oleh guru-guru dan peserta didik yang lain se Kabupaten Siak. Hal ini dilakukan untuk menjawab permasalahan bagi guru-guru yang masih lemah dengan teknologi dan juga masih lemah mendesign pembelajaran berbasis teknologi.

Lanjutnya, saat ini telah dilakukan Musyawarah Guru Mata Pelajaran (MGMP) SMP/MTs setiap mata pelajaran (mapel) secara dalam jaringan (daring) , untuk membantu guru memahami pembelajaran jarak jauh berbasis teknologi. Memotivasi guru untuk mengubah mindset terhadap pola belajar dan mengajar di saat wabah Covid-19 ini.

"InsyaAllah akan dilakukan tindak lanjut MGMP Virtual berbasis rayon atau kecamatan. Begitu juga akan menyusul KKG Virtual untuk guru2 di SD/MI," ujarnya.

Menurut Lukman, jika wabah Covid-19 ini masih berlangsung maka pembelajaran daring melalui channel youtube Disdikbud Siak Bedelau akan di mulai di awal Tahun Pelajaran 2020/2021 (Juli 2020).

Bagi orangtua atau peserta didik yang tidak punya fasilitas HP maka akan dilakukan pembelajaran luring (luar jaringan) dengan cara menentukan portal-portal atau tempat bagi anak-anak mengambil materi atau tugas. Nanti akan disiapkan modul bagi peserta didik yang tidak bisa melaksanakan pembelajaran daring.

Untuk kerjasama dengan pihak Tanoto Foundation (TF) sudah berjalan dua tahun terakhir. TF melakukan pendampingan bagi guru-guru dan kepala sekolah dalam rangka meningkatkan mutu pendidikan di Kabupaten Siak. Guru-guru dan kepala sekolah banyak mendapatkan ilmu dan bimbingan dari TF, karena TF memiliki tenaga ahli dan profesional terkait pengembangan mutu pendidikan.

Sementara Dendi Satria Buana Perwakilan Tanoto Foundation mengatakan, pihaknya bekerjasama dengan Kabupaten Siak melalui Program PINTAR untuk peningkatan mutu Pendidikan Dasar (SD/MI & SMP/MTs). Kerjasama ini telah berlangsung dari 2018 hingga saat ini.

Melalui program Pintar kata Dendi, TF mendukung penembangan kompetensi kepsek, guru dan pengawas melalui pelatihan-pelatihan serta pendampingan ke sekolah. Selama ini (sebelum ada COVID-19), pelatihan & pendampingan dilakukan secara langsung.

Di masa penanganan pandemi Covid-19 ini TF mendukung terselenggaranya Pembelajaran jarak jauh yang berkualitas dan bermakna.

Lukman menjelaskan, pola pembelajaran di channel youtube Disdikbud Siak Bedelau dengan cara menunjuk guru yang kompeten sesuai kelas untuk SD/MI dan sesuai mata pelajaran untuk SMP/MTs.

Kemudian, guru yang ditunjuk akan mengajar secara live dan akan disaksikan atau diikuti oleh guru-guru dan peserta didik yang lain se Kabupaten Siak. Hal ini dilakukan untuk menjawab permasalahan bagi guru-guru yang masih lemah dengan teknologi dan juga masih lemah mendesign pembelajaran berbasis teknologi.

Lanjutnya, saat ini telah dilakukan Musyawarah Guru Mata Pelajaran (MGMP) SMP/MTs setiap mata pelajaran (mapel) secara dalam jaringan (daring) , untuk membantu guru memahami pembelajaran jarak jauh berbasis teknologi. Memotivasi guru untuk mengubah mindset terhadap pola belajar dan mengajar di saat wabah Covid-19 ini.

"InsyaAllah akan dilakukan tindak lanjut MGMP Virtual berbasis rayon atau kecamatan. Begitu juga akan menyusul KKG Virtual untuk guru2 di SD/MI," ujarnya.

Menurut Lukman, jika wabah Covid-19 ini masih berlangsung maka pembelajaran daring melalui channel youtube Disdikbud Siak Bedelau akan di mulai di awal Tahun Pelajaran 2020/2021 (Juli 2020).

Bagi orangtua atau peserta didik yang tidak punya fasilitas HP maka akan dilakukan pembelajaran luring (luar jaringan) dengan cara menentukan portal-portal atau tempat bagi anak-anak mengambil materi atau tugas. Nanti akan disiapkan modul bagi peserta didik yang tidak bisa melaksanakan pembelajaran daring.

Untuk kerjasama dengan pihak Tanoto Foundation (TF) sudah berjalan dua tahun terakhir. TF melakukan pendampingan bagi guru-guru dan kepala sekolah dalam rangka meningkatkan mutu pendidikan di Kabupaten Siak. Guru-guru dan kepala sekolah banyak mendapatkan ilmu dan bimbingan dari TF, karena TF memiliki tenaga ahli dan profesional terkait pengembangan mutu pendidikan.

Sementara Dendi Satria Buana Perwakilan Tanoto Foundation mengatakan, pihaknya bekerjasama dengan Kabupaten Siak melalui Program PINTAR untuk peningkatan mutu Pendidikan Dasar (SD/MI & SMP/MTs). Kerjasama ini telah berlangsung dari 2018 hingga saat ini.

Melalui program Pintar kata Dendi, TF mendukung penembangan kompetensi kepsek, guru dan pengawas melalui pelatihan-pelatihan serta pendampingan ke sekolah. Selama ini (sebelum ada COVID-19), pelatihan & pendampingan dilakukan secara langsung.

Di masa penanganan pandemi Covid-19 ini TF mendukung terselenggaranya Pembelajaran jarak jauh yang berkualitas dan bermakna.


Penulis: Mayonal Putra
Editor: Ilham Yafiz
Pekanbaru (ANTARA) - Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Siak, Riau, mengembangkan metode pembelajaran campuran atau blended learning berbasis portal web yang diharapkan mampu menjadi sumber informasi dan pembelajaran oleh guru maupun siswa.

Ide ini muncul untuk mengoptimalkan pendidikan di Kabupaten Siak mengingat adanya keterbatasan guru dalam mendapatkan informasi dan inspirasi tentang praktik pembelajaran yang baik, kata Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Siak, Lukman, melalui keterangan tertulis yang diterima ANTARA di Pekanbaru, Kamis (3/9).

"Tuntutan teknologi mengharuskan kami untuk terus berinovasi. Termasuk dalam persoalan pendidikan. Portal blended learning ini diharapkan menjadi sumber belajar bagi siswa maupun guru," tuturnya.

Senada dengan Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Siak, Fahrurrozi yang menjabat sebagai Kabid SMP menegaskan, pengembangan portal blended learning ini sesuai dengan semangat merdeka belajar yang disampaikan Menteri Pendidikan.

"Pengembangan portal ini sesuai dengan semangat merdeka Mas Menteri Pendidikan. Melalui portal blended learning ini siapapun bisa belajar sesuai yang mereka butuhkan," ucapnya.

Dalam pelaksanaannya, Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Siak berkolaborasi dengan berbagai pihak, di antaranya adalah Dinas Komunikasi dan Informasi, Dinas Perpustakaan serta Tanoto Foundation sebagai mitra dalam pengembangan mutu pendidikan di Kabupaten Siak.

Sumber :
https://riau.antaranews.com/berita/179390/optimalkan-pembelajaran-disdik-siak-kembangkan-portal-blended-learning

Pewarta : Selvina Suryaningsih

Editor: Riski Maruto

COPYRIGHT © ANTARA 2020