//pc
//hp
Lokakarya Orientasi Pendidikan Guru Penggerak Angkatan 5 Kabupaten Siak
Disdikbud Kab. Siak - 22 Mei 2022, Pukul 23:19 WIB

Siak, 21 Mei 2022 — Program Pendidikan Guru Penggerak adalah program pendidikan kepemimpinan bagi guru untuk menjadi pemimpin pembelajaran. Program ini meliputi pelatihan daring, lokakarya, konferensi, dan pendampingan selama 6 bulan bagi calon Guru Penggerak (CGP). Selama pelaksanaan program, guru tetap menjalankan tugas mengajarnya sebagai guru. Terdapat 7 kali lokakarya yang harus dilalui oleh seorang calon guru penggerak, dan lokakarya pertama dikenal dengan nama lokakarya orientasi. 

Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Siak melalui Bidang Pembinaan Guru dan Tenaga Kependidikan (PGTK), H. Novendri mengundang pengawas sekolah, kepala sekolah CGP, pengajar praktik, dan Calon Guru Penggerak (CGP) untuk hadir dalam Lokakarya Orientasi Program Pendidikan Guru Penggerak Angkatan 5 yang dilaksanakan di Aula SMP Negeri 1 Siak, pada hari sabtu, 21 Mei 2022. Kegiatan lokakarya melibatkan pengawas sekolah mulai dari TK, SD, SMA, Kepala sekolah sejumlah Calon Guru penggerak, 10 pengajar praktik, dan 50 orang Calon Guru Penggerak (CGP).

Kegiatan ini dibuka oleh Plt. Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Siak, H. Mahadar, S.Pd., MM, dalam sambutannya beliau menyampaikan harapannya bahwa Calon Guru Penggerak ini akan dijadikan agen yang kelak bisa berkontribusi kepada Dinas Pendidikan dan Kebudayaan untuk melakukan transformasi Pendidikan di daerah Kabupaten Siak. 

Didampingi oleh pihak PPPPTK TK & PLB, Bapak Shony Budiman, S.E., M.Ak.,Ak., CA sebagai Kasub Pokja Kerjasama Lembaga, kegiatan lokakarya orientasi ini dilakukan mulai dari pukul 08.00 WIB sampai dengan pukul 16.00 WIB, Bapak Shony Budiman menjelaskan bahwa kegiatan lokakarya orientasi ini adalah program penting untuk perbaikan dunia pendidikan dan sekaligus merupakan kegiatan lanjutan setelah acara pembukaan secara nasional oleh Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi pada tanggal 18 Mei 2022 yang lalu, diharapkan seluruh calon guru penggerak bisa berpartisipasi aktif dan bila terjadi kendala dalam pelayanan oleh PPPPTK TK & LB, peserta dimohon bersabar selama penyelenggaraan program pendidikan guru penggerak karena memang saat ini sedang terjadi perubahan birokrasi. 

Selama kegiatan lokakarya, pengajar praktik membimbing calon guru penggerak disaksikan oleh pengawas sekolah dan kepala sekolah calon guru penggerak, fokus kegiatan lokakarya orientasi ini adalah untuk menghasilkan produk berupa Kesepakatan Peran CGP dan Kepala Sekolah, Peta posisi diri, dan Rencana Pengembangan Kompetensi CGP. Dalam kegiatan ini kepala sekolah CGP dan Calon Guru Penggerak membuat dan menandatangani kesepakatan bersama yang disebut sebagai kesepakatan peran calon guru penggerak dan kepala sekolah dengan harapan selama kegiatan pendidikan berlangsung, masing-masing pihak bisa bersinergi secara bahu membahu dalam memajukan pendidikan di lingkungan sekolah. Semoga dengan telah terlaksananya pembukaan dan lokakarya orientasi pendidikan guru penggerak, transformasi pendidikan di daerah Kabupaten Siak segera akan terwujud.(RH)

Baca juga :

SIAK – Smart city sebagai bagian dari program Bupati Alfredi secara bertahap terus diwujudkan di Kabupaten Siak. Terbaru adalah portal Siak Bedelau yang merupakan penerjemahan konsep blended learning system. 

Sekda Kabupaten Siak, Arfan Usman yang mewakili Bupati Afredi secara langsung meresmikan portal yang sudah bisa dimanfaatkan para pelaku pendidikan di Kabupaten Siak mulai hari ini. 

“Sebagaimana kita maklumi bersama, tidak mungkin saat ini kita menyelenggarakan pembelajaran tatap muka. Tentulah hal ini tidak mengurangi semangat para insan pendidik di kabupaten yang kita cintai ini. Atas dasar personal ini muncul ide dari Kepala Dinas Pendidikan untuk membuat portal pendidikan yang sejalan dengan konsep smart city Bapak Bupati,” ujar Bupati Afredinya saat meresmikan portal Siak Bedelau.

Kegiatan launching Siak Bedelau ini juga mendapatkan perhatian dari Direktur Pembinaan SMP Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, Mulyatsyah. Dalam sambutannya dia menjelaskan pentingnya gotong royong dalam mencari solusi pembelajaran.

“Dalam situasi memprihatinkan saat ini, penting bagi kita untuk bergotong royong mencari solusi dalam rangka memenuhi hak-hak belajar anak. Portal pembelajaran ini adalah solusi dalam menghadapi situasi ini. Kabupaten Siak dalam hal ini jauh maju ke depan,” tuturnya melalui zoom.

Sejalan dengan pernyataan Bupati Alfredi, Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Siak, H. Lukman, SSos, MPd menyampaikan pentingnya portal yang bisa menjadi sumber belajar baik untuk siswa maupun para pelaku pendidikan. 

“Portal Siak Bedelau lahir karena tuntutan perkembangan teknologi yang mengharuskan kita untuk terus berinovasi. Termasuk dalam persoalan pendidikan. Kehadiran Siak Bedelau diharapkan menjadi sumber belajar bagi siswa maupun guru,” ujarnya saat memberikan sambutan.

Koordinator Tanoto Foundation Provinsi Riau, Dendi Satria Buana menyatakan bahwa Kabupaten Siak merupakan yang terdepan dalam inovasi pendidikan selama dalam pelaksanaan pembelajaran jarak jauh (PJJ) di Provinsi Riau. 

“Suatu kebanggaan bagi kami bisa bekerja sama dengan Kabupaten Siak dalam rangka meningkatkan kualitas pendidikan. Selama diberlakukan PJJ Kabupaten Siak masih terdepan dalam urusan inovasi di sektor pendidikan,” katanya.

Dendi juga menyatakan bahwa kerja sama dengan Kabupaten Siak tidak hanya di level memberikan contoh praktik baik semata, tapi juga sudah pada keberlanjutan peningkatan kualitas pendidikan oleh mitra. 

“Pendekatan yang kami lakukan berlanjut ke technical assistance untuk menyebarluaskan praktik baik,” tuturnya dalam sambutan. (Info/Siak)

SIAK (Infosiak.com) – Pemkab Siak melakukan penandatanganan nota kesepahaman atau memorandum of understanding (MoU) dengan Universitas Lancang Kuning (Unilak) di Gedung Batin Djaonang Kantor Camat Minas, Jumat (09/04/2021).

Bupati Alfedri dan Rektor Unilak Dr. Junaidi SS, M.Hum sebagai Pihak Pertama dan Pihak Kedua secara bersamaan menandatangani kesepakatan bersama tentang, Pendidikan dan Pengajaran dan Pengembangan, dan Pengabdian kepada masyarakat.

Bupati Siak Alfedri mengatakan, penandatanganan MoU antara Pemda Siak dengan Universitas Lancang Kuning merupakan bagian dari upaya pemerintah daerah dalam rangka pengembangan program pembangunan dan pelayanan yang berdayaguna bagi masyarakat. Hal itu juga untuk meningkatkan sumber daya manusia (SDM) dan aparatur pemerintahan di Kabupaten Siak. “Hari ini kami melakukan penandatanganan nota kesepahaman dengan Universitas Lancang Kuning. Ini salah satu upaya untuk meningkatkan Sumber Daya Manusia, khususnya tenaga pendidik atau guru di Kabupaten Siak,” kata Alfedri.

Ia menjelaskan Jumlah guru Paud di Kabupaten Siak yang berjumlah 946 orang, terdiri dari sarjana 558 (59%), dan non sarjana 388 (41%). Untuk guru SD sebanyak 3.587 orang, 90% sudah sarjana tinggal 10% lagi yang belum. Dan guru SMP sebanyak 1.733 orang, diantaranya 94% telah sarjana.

Selain peningkatan SDM guru-guru Paud, Bupati Alfedri mendorong aparatur kampung termasuk Penghulu untuk meningkatkan kapasitas akademisnya.

Karena lanjutnya, Kemendagri, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) dan Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi (Kemendes PDTT) sudah melakukan MoU. “Bagi guru-guru Paud yang ingin kuliah, tidak perlu datang ke kampus. Proses belajar mengajar dilakukan secara daring,” jelas Alfedri.

Kesepakatan Bersama ini bertujuan untuk meningkatkan potensi sumber daya manusia yang dimiliki oleh Pihak Pertama dan dalam rangka mendukung keberhasilan Pihak Kedua dalam pelaksanaan Tri Dharma Perguruan Tinggi.

Laporan: Atok
Sumber: Rilis Humas



SIAK, RIAUBERNAS.COM - Akhirnya, Pemerintah Kabupaten Siak memberlakukan pembelajaran tatap muka (PTM), setelah sekian lama absen karena virus Covid-19 mengguncang dunia.
Pembelajaran tatap muka ini ternyata tidak semua sekolah mengikutinya, masih ada beberapa sekolah menerapkan belajar Daring atau During.

Dari jumlah Sekolah Menengah Pertama (SMP) sebanyak 110 sekolah, 22 sekolah negeri dan swasta masih belum melakukan pembelajaran tatap muka, sedangkan 88 sekolah Swasta dan Negeri sudah mengikuti pembelajaran tatap muka (PTM).

Sementara untuk Sekolah Dasar berjumlah 230 sekolah. 183 sekolah dinyatakan siap melakukan pembelajaran tatap muka, 47 sekolah dasar dan negeri dinyatakan tidak siap melakukan pembelajaran tatap muka (PTM).

"Pagi ini kami dari Satgas Percepatan dan Penanganan Covid-19 bersama anggota DPRD Kabupaten Siak (Ridha Alwis Effendi, red) memonitoring pelaksanaan PTM dengan mempersyaratkan Protokol Kesehatan, yang mana seluruh sekolah harus mengisi daftar periksa. Daftar periksa ini dievaluasi oleh tim yang sudah dibentuk oleh Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Siak untuk menteri Pendidikan dan menteri Agama, untuk sekolah agama," jelas Bupati Siak Drs. Alfedri, M.Si usai meninjau SD 06 dan SMPN 1 Tualang Kecamatan Tualang Kabupaten Siak, Senin (4/1/2020).

Perihal pengecekan tatap muka ini sudah persiapkan jauh-jauh hari, mulai dari hari Rabu minggu lalu, seluruh Satgas dan sudah di verifikasi dan hari Sabtu sudah di gladi oleh Dinas Pendidikan untuk kesiapan ini. 

"Untuk kesiapan sudah dicek nanti dilaporkan oleh Korwil, pada hari ini kita sepakati juga, bagi yang belum memenuhi persyaratan menurut daftar periksa tadi, maka akan ditunda PTM. Namun kita memberikan waktu dua hari untuk memeriksa kesiapan pembelajaran tatap muka, kalau memenuhi syarat, dimulai belajar di hari Rabu," tambah Bupati. 

Untuk sekolah agama, pembelajaran tatap muka dibuka tanggal 11 Januari 2021, seminggu ini untuk verifikasi dan ini sesuai dengan SKB, surat persetujuan dari komite, selanjutnya pengecekan akan dilakukan ke sekolah lain. 

"Persyaratan yang lain termasuk persetujuan orang tua, kalau orang tuanya tidak mau, iya tidak ada masalah, mana tahu ada pertimbangan lain. Kalau tidak bisa tatap muka, masih ada Daring atau During. Khusus anak kelas satu atau 2, tidak bisa daring selama 8 bulan karena tidak pandai baca, makanya melalui kunjungan dari guru membentuk kelompok belajar," ujar bupati. 

Perihal hasil kunjungan dari dua sekolah tadi, sekolah dasar 06, ada 15 persen orang tuanya yang belum memberikan persetujuan, kalau SMPN 1 Tualang ada sekitar 10 persen yang tidak memberikan persetujuan, tapi tidak ada masalah. 

"Tapi kita coba, dalam rangka apa, dalam rangka menghindari mencegah, jangan ada putus sekolah, emang selama ini belum ada putus sekolah, cuma ada persoalan jaringan internet, seperti di Tasik Betung, tapi During diberlakukan," jelas Bupati. 

Terkait perkembangan tumbuh kembang anak diberlakukan tatap muka seperti masalah psikologis dan psikologi sosial, ini tetap dilaksanakan sesuai ketentuan.

Kadis Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Siak Lukman, S.Sos, M.Pd mengatakan, sistem pembelajaran tatap muka dimulai dari jam 08.00 WIB sampai jam 11 Wib, setengah jam untuk persiapan Penerapan Protokol Kesehatan. 

"Anak-anak terbagi dua kelompok, dilokal berisi hanya 14 orang saja dengan menjaga jarak dan menggunakan masker," sebut Lukman disela-sela peninjauan. 

Perihal pelajaran dilakukan pembatasan, hanya 4 mata pelajaran, "Kita lihat persiapan dua hari ini, setelah itu hari Rabu mulai belajar, apabila ditengah jalan ada ditemukan gejala Covid-19, maka sekolah tersebut ditutup sementara pembelajaran tatap mukanya, sampai benar-benar aman," jelas Kadis. 

Perihal orang tua tidak setuju dengan belajar tatap muka, orang tua jangan kuatir, masih ada belajar daring. "Jumat dan Sabtu kita jadwalkan untuk belajar Daring ataupun During," tutup Kadis. 

Sementara itu, Plt Kepala sekolah SMPN 1 Tualang Zahroni mengatakan, bahwa sekolah sudah menyiapkan beberapa upaya untuk penerapan PTM dengan memberlakukan Protokol Kesehatan secara ketat. 

"Mau masuk sekolah disiapkan 2 pintu masuk. Satu pintu masuk laki-laki, satu lagi untuk perempuan. Sebelum masuk siswa akan diperiksa suhu tubuh dan pakai masker, ada sekitar 10 persen orang tua yang belum setuju tentang PTM ini, namun tetap dilanjutkan, semoga tidak ada penularan Covid-19 selama belajar tatap muka berlangsung," imbuhnya. (Van) 

Sumber : Diskominfo Kabupaten Siak.
Editor : Samsul

Komentar (0)


Silahkan Login Untuk Mengirimkan Komentar