//pc
//hp
Kesiapan PTM Hampir 80 Persen, Alfedri Tinjau PTM di Dua Sekolah di Tualang
Disdikbud Kab. Siak - 06 Januari 2021, Pukul 09:12 WIB
SIAK, RIAUBERNAS.COM - Akhirnya, Pemerintah Kabupaten Siak memberlakukan pembelajaran tatap muka (PTM), setelah sekian lama absen karena virus Covid-19 mengguncang dunia.
Pembelajaran tatap muka ini ternyata tidak semua sekolah mengikutinya, masih ada beberapa sekolah menerapkan belajar Daring atau During.

Dari jumlah Sekolah Menengah Pertama (SMP) sebanyak 110 sekolah, 22 sekolah negeri dan swasta masih belum melakukan pembelajaran tatap muka, sedangkan 88 sekolah Swasta dan Negeri sudah mengikuti pembelajaran tatap muka (PTM).

Sementara untuk Sekolah Dasar berjumlah 230 sekolah. 183 sekolah dinyatakan siap melakukan pembelajaran tatap muka, 47 sekolah dasar dan negeri dinyatakan tidak siap melakukan pembelajaran tatap muka (PTM).

"Pagi ini kami dari Satgas Percepatan dan Penanganan Covid-19 bersama anggota DPRD Kabupaten Siak (Ridha Alwis Effendi, red) memonitoring pelaksanaan PTM dengan mempersyaratkan Protokol Kesehatan, yang mana seluruh sekolah harus mengisi daftar periksa. Daftar periksa ini dievaluasi oleh tim yang sudah dibentuk oleh Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Siak untuk menteri Pendidikan dan menteri Agama, untuk sekolah agama," jelas Bupati Siak Drs. Alfedri, M.Si usai meninjau SD 06 dan SMPN 1 Tualang Kecamatan Tualang Kabupaten Siak, Senin (4/1/2020).

Perihal pengecekan tatap muka ini sudah persiapkan jauh-jauh hari, mulai dari hari Rabu minggu lalu, seluruh Satgas dan sudah di verifikasi dan hari Sabtu sudah di gladi oleh Dinas Pendidikan untuk kesiapan ini. 

"Untuk kesiapan sudah dicek nanti dilaporkan oleh Korwil, pada hari ini kita sepakati juga, bagi yang belum memenuhi persyaratan menurut daftar periksa tadi, maka akan ditunda PTM. Namun kita memberikan waktu dua hari untuk memeriksa kesiapan pembelajaran tatap muka, kalau memenuhi syarat, dimulai belajar di hari Rabu," tambah Bupati. 

Untuk sekolah agama, pembelajaran tatap muka dibuka tanggal 11 Januari 2021, seminggu ini untuk verifikasi dan ini sesuai dengan SKB, surat persetujuan dari komite, selanjutnya pengecekan akan dilakukan ke sekolah lain. 

"Persyaratan yang lain termasuk persetujuan orang tua, kalau orang tuanya tidak mau, iya tidak ada masalah, mana tahu ada pertimbangan lain. Kalau tidak bisa tatap muka, masih ada Daring atau During. Khusus anak kelas satu atau 2, tidak bisa daring selama 8 bulan karena tidak pandai baca, makanya melalui kunjungan dari guru membentuk kelompok belajar," ujar bupati. 

Perihal hasil kunjungan dari dua sekolah tadi, sekolah dasar 06, ada 15 persen orang tuanya yang belum memberikan persetujuan, kalau SMPN 1 Tualang ada sekitar 10 persen yang tidak memberikan persetujuan, tapi tidak ada masalah. 

"Tapi kita coba, dalam rangka apa, dalam rangka menghindari mencegah, jangan ada putus sekolah, emang selama ini belum ada putus sekolah, cuma ada persoalan jaringan internet, seperti di Tasik Betung, tapi During diberlakukan," jelas Bupati. 

Terkait perkembangan tumbuh kembang anak diberlakukan tatap muka seperti masalah psikologis dan psikologi sosial, ini tetap dilaksanakan sesuai ketentuan.

Kadis Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Siak Lukman, S.Sos, M.Pd mengatakan, sistem pembelajaran tatap muka dimulai dari jam 08.00 WIB sampai jam 11 Wib, setengah jam untuk persiapan Penerapan Protokol Kesehatan. 

"Anak-anak terbagi dua kelompok, dilokal berisi hanya 14 orang saja dengan menjaga jarak dan menggunakan masker," sebut Lukman disela-sela peninjauan. 

Perihal pelajaran dilakukan pembatasan, hanya 4 mata pelajaran, "Kita lihat persiapan dua hari ini, setelah itu hari Rabu mulai belajar, apabila ditengah jalan ada ditemukan gejala Covid-19, maka sekolah tersebut ditutup sementara pembelajaran tatap mukanya, sampai benar-benar aman," jelas Kadis. 

Perihal orang tua tidak setuju dengan belajar tatap muka, orang tua jangan kuatir, masih ada belajar daring. "Jumat dan Sabtu kita jadwalkan untuk belajar Daring ataupun During," tutup Kadis. 

Sementara itu, Plt Kepala sekolah SMPN 1 Tualang Zahroni mengatakan, bahwa sekolah sudah menyiapkan beberapa upaya untuk penerapan PTM dengan memberlakukan Protokol Kesehatan secara ketat. 

"Mau masuk sekolah disiapkan 2 pintu masuk. Satu pintu masuk laki-laki, satu lagi untuk perempuan. Sebelum masuk siswa akan diperiksa suhu tubuh dan pakai masker, ada sekitar 10 persen orang tua yang belum setuju tentang PTM ini, namun tetap dilanjutkan, semoga tidak ada penularan Covid-19 selama belajar tatap muka berlangsung," imbuhnya. (Van) 

Sumber : Diskominfo Kabupaten Siak.
Editor : Samsul

Baca juga :

SIAK - Kehadiran channel youtube Disdikbud Siak Bedelau sangat diapresiasi oleh Bupati Siak, Alfedri. Metode daring ini sangat tepat dimasa pandemi saat ini, khususnya bagi peserta didik baru pada tahun ajaran baru nanti.

"Kami atas nama Pemkab Siak mengapresiasi terobosan atau inovasi yang dibuat oleh Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Siak ini yang bekerjasama dengan Tanoto Foundation," kata Alfedri, Rabu (20/5/2020).

Ia sampaikan pembelajaran on-line dinilai sejalan dengan salah satu visi Kabupaten Siak yaitu terwujudnya masyarakat kabupaten Siak yang cerdas dan sejalan dengan program Siak menuju 100 kabupaten/kota Smart City di Indonesia.

“Oleh karena itu program ini akan mejandi program berkelanjutan baik dalam kondisi sekarang ini, dan masa yang akan datang," ucapnya.

Lebih lanjut ia mengatakan, metoda belajar secara virtual ini bisa berjalan dengan baik, dan pihaknya mendorong agar chanel youtube tersebut bisa berkembang.

Dengan diluncurkannya program itu, sekaligus diharapkan dapat menjawab tantangan pendidikan saat ini, mengingat wilayah Kabupaten Siak yang cukup luas.

Kata Alfedri, sejak merebaknya wabah corona di Indonesia, Pemkab Siak pada pertengahan Maret 2020 kemarin, telah mengeluarkan kebijakan untuk meliburkan sekolah.

Namun kebijakan tersebut harus dipahami dan diketahui oleh masyarakat, mengingat kebijakan libur sekolah yang dibuatnya itu tentunya sistem proses belajar mengajar tetap berjalan (belajar di rumah).

Inovasi 'Disdikbud Siak Bedelau' tersebut merupakan solusi cerdas dalam memberikan pembelajaran kepada para tenaga didik maupun peserta didik tengah kondisi Siak menghadapi wabah Corona atau Covid-19.

Dinas Pendidikan dan kebudayaan Kabupaten Siak sudah kerjasama dengan pihak Tanoto Foundation (TF) sejak dua tahun terakhir dalam membuat inovasi tentang dunia pendidikan.

TF melakukan pendampingan bagi guru-guru dan kepala sekolah dalam rangka meningkatkan mutu pendidikan di Kabupaten Siak.

Guru-guru dan kepala sekolah banyak mendapatkan ilmu dan bimbingan dari TF, karena TF memiliki tenaga ahli dan profesional terkait pengembangan mutu pendidikan.

Sementara Dendi Satria Buana Perwakilan Tanoto Foundation mengatakan, pihaknya bekerjasama dengan Kabupaten Siak melalui Program PINTAR untuk peningkatan mutu Pendidikan Dasar (SD/MI & SMP/MTs). Kerjasama ini telah berlangsung dari tahun 2018 hingga saat ini.

Melalui Pintar kata Dendi, TF mendukung penembangan kompetensi kepsek, Guru dan Pengawas melalui pelatihan-pelatihan serta pendampingan ke sekolah. Selama ini (sebelum ada Covid-19), pelatihan dan pendampingan dilakukan secara langsung.

Di masa penanganan pandemik Covid-19 ini TF mendukung terselenggaranya Pembelajaran jarak jauh yang berkualitas dan bermakna.

"Bulan April 2020, kami baru saja melatih ToT Fasda Siak tentang pembelajaran Jarak Jauh. Ini akan dilanjutkan dengan pelatihan ke kepsek, guru di bulan Juni 2020. Setelah itu dilanjutkan dengan kegiatan pendampingan sekolah/KKG/MGMP.

Tetap dengan payung Program PINTAR yang kegiatannya sudah disesuaikan dengan kebutuhan pembelajaran di masa penanganan Covid-19.

"Untuk channel yang diluncurkan disdik, kami akan berkolaborasi bersama para pihak mendukung penyediaan konten dan model-model pembelajaran jarak jauh. Menyesuaikan dengan kondisi saat Covid-19, kegiatan-kegiatan tersebut akan dilakukan secara online/daring," jelasnya.

Turut hadir dalam video conference itu, Kakan Kemenag Muharrom, Asisten 1 Budhi Yuwono, Sekretaris Disdikbud dan Nurul Hasanah selaku host dari Tanoto Foundation. Selain itu Live Streaming tersebut di ikuti oleh kepala sekolah, Korwilcam, komite sekolah, guru dan peserta didik yang berjumlah sekitar 200 orang.

Sumber: https://www.goriau.com/berita/baca/tahun-ajaran-baru-pelajar-di-siak-akan-belajar-secara-daring.html

Siak – Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Siak kembali membuktikan sebagai salah satu kabupaten paling adaptif dalam implementasi pembelajaran jarak jauh di Provinsi Riau. Terbaru adalah keberhasilannya menyelenggarakan webinar tentang permodelan pembelajaran aktif dan kontekstual untuk guru mata pelajaran. Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Siak, H. Lukman, S.Sos., M.Pd menyampaikan bahwa webinar ini sebagai tindak lanjut evaluasi penyelenggaraan pembelajaran jarak jauh melalui kanal YouTube Siak Bedelau yang sudah berjalan hampir dua bulan.

“Webinar ini sebagai jawaban atas hasil evaluasi pelaksanaan pembelajaran jarak jauh (PJJ) melalui channel YouTube Siak Bedelau. Selama diberlakukan PJJ secara online guru masih nampak kesulitan menciptakan pembelajaran yang kontekstual dan menarik. Harapannya setelah melihat permodelan yang diberikan oleh Tanoto Foundation, para guru bisa terinspirasi,” tuturnya dalam sambutan sekaligus pembukaan acara webinar, Jum’at,18/09/2020.

Senada dengan dengan Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Siak, Koordinator Tanoto Foundation Provinsi Riau, Dendi Satria Buana juga menyampaikan apresiasi atas kesigapan Kabupaten Siak dalam berinovasi selama PJJ ini.

“Saat ini Kabupaten Siak menjadi yang terdepan dalam implementasi PJJ di Provinsi Riau. Kita menyadari bersama bahwa pandemi covid-19 ini menuntut kita untuk terus berinovasi. Pembelajaran online yang aktif dan kontekstual merupakan salah satu kunci keberhasilan dalam memenuhi hak-hak peserta didik,” ujarnya saat memberikan sambutan.

Dalam kegiatan ini juga diadakan permodelan pembelajaran aktif dan kontekstual oleh Traning Specialist Tanoto Foundation, Sasmoyo Hermawan. Dia menjelaskan tentang pentingnya siswa untuk berkreasi setelah mereka memahami seperti yang disampaikan Ki Hajar Dewantara.

“Pembelajaran ke siswa seharusnya memenuhi tri “na” yaitu niteni, nirokke, dan nambahi. Konsep ini identik dengan pembelajaran aktif yang sedang berkembang saat ini. Niteni artinya siswa harus mampu mengenali dan menangkap suatu obyek. Kemudian setelahnya siswa harus mampu meniru atau nirokke dan kemudian mengembangkan, berkreasi atau nambahi,” ucapnya saat memberikan materi.

Dia juga menegaskan pentingnya memberikan pemahaman secara kontekstual pada mata pelajaran yang diajarkan ke siswa.

“Apa sih manfaat kita belajar persamaan linier satu variabel dalam kehidupan sehari-hari? Dengan belajar persamaan linier satu variabel kita bisa menghitung berapa jumlah masker yang kita distribusikan. Atau kita bisa mengetahui komposisi kandungan alkohol jika kita ingin membuat hand sanitizer,” jelasnya saat memberikan pertanyaan kontekstual ke peserta.

Kegiatan webinar ini mendapatkan respons luar biasa dari para penonton. Webinar yang awalnya diadakan untuk internal guru SMP di Kabupaten Siak, ternyata di luar dugaan diikuti oleh ratusan guru dari beberapa kota di Indonesia. Tercatat di daftar hadir total peserta 671 orang yang terdiri dari berbagai kota di Indonesia seperti Surabaya, Klaten, Nias, Watampone, Cilegon, Bandung, Yogyakarta hingga Aceh.

“Semoga di acara selanjutnya ada materi tentang pendidikan di era new normal berdasarkan demografi peserta didik,” harap Ning Tri Pritajati guru SMP Kimia Tirta Utama di acara selanjutnya.
Siak (ANTARA) - Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Siakmenyelenggarakan webinar tentang permodelan pembelajaran aktif dan kontekstual untuk guru mata pelajaranpembelajaran jarak jauh melalui Kanal YouTube Siak Bedelau yang sudah berjalan hampir dua bulan.

"Webinar ini sebagai jawaban atas hasil evaluasi pelaksanaan PJJ melalui Kanal YouTube Siak Bedelau. Selama diberlakukan PJJ secara online guru masih nampak kesulitan menciptakan pembelajaran yang kontekstual dan menarik," kataKepala Dinas P&K Siak, Lukman, melalui pernyataannya di Siak, Sabtu.

Acara webinaryang berlangsung Jumat (18/09) itu juga memberikan permodelan oleh Tanoto Foundation dan diharapkanpara guru bisa terinspirasi. Pasalnya Kabupaten Siak dinilai telahmembuktikan sebagai salah satu kabupaten paling adaptif dalam implementasi pembelajaran jarak jauh di Provinsi Riau.

Kegiatan webinar ini mendapatkan respons luar biasa dari para penonton. Webinar yang awalnya diadakan untuk internal guru SMP di Kabupaten Siak, ternyata di luar dugaan diikuti oleh ratusan guru dari beberapa kota di Indonesia.

Tercatat di daftar hadir total peserta 671 orang. Terdiri dari berbagai kota di Indonesia seperti Surabaya, Klaten, Nias, Watampone, Cilegon, Bandung, Yogyakarta hingga Aceh.

Senada dengan dengan Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Siak, Koordinator Tanoto Foundation Provinsi Riau, Dendi Satria Buana juga menyampaikan apresiasi atas kesigapan Kabupaten Siak dalam berinovasi selama PJJ ini. Saat ini, menurutnya, Kabupaten Siak menjadi yang terdepan dalam implementasi PJJ di Provinsi Riau.

"Kita menyadari bersama bahwa pandemi COVID-19 ini menuntut kita untuk terus berinovasi. Pembelajaran daring yang aktif dan kontekstual merupakan salah satu kunci keberhasilan dalam memenuhi hak-hak peserta didik," ujarnya.

Dalam kegiatan ini diadakan permodelan pembelajaran aktif dan kontekstual oleh Traning Specialist Tanoto Foundation, Sasmoyo Hermawan. Dia menjelaskan tentang pentingnya siswa untuk berkreasi setelah mereka memahami seperti yang disampaikan Ki Hajar Dewantara.

"Pembelajaran ke siswa seharusnya memenuhi tri 'na' yaitu niteni, nirokke, dan nambahi. Konsep ini identik dengan pembelajaran aktif yang sedang berkembang saat ini. Niteni artinya siswa harus mampu mengenali dan menangkap suatu obyek. Kemudian setelahnya siswa harus mampu meniru atau nirokke dan kemudian mengembangkan, berkreasi atau nambahi," ucapnya saat memberikan materi.

Dia juga menegaskan pentingnya memberikan pemahaman secara kontekstual pada mata pelajaran yang diajarkan ke siswa. Seperti apa manfaat belajar persamaan linier satu variabel dalam kehidupan sehari-hari.

"Dengan belajar persamaan linier satu variabel kita bisa menghitung berapa jumlah masker yang kita distribusikan. Atau kita bisa mengetahui komposisi kandungan alkohol jika kita ingin membuat hand sanitizer," jelasnya saat memberikan pertanyaan kontekstual ke peserta.

Guru SMP Kimia Tirta Utama Siak,Ning Tri Pritajati berharapselanjutnya ada materi tentang pendidikan di era normal baru. "Itu berdasarkan demografi peserta didik," harapnya.

Pewarta : 
Editor: Riski Maruto
COPYRIGHT © ANTARA 2020