//pc
//hp
Bupati Alfedri Luncurkan Channel Youtube Disdikbud Siak Bedelau
Disdikbud Kab. Siak - 21 September 2020, Pukul 08:18 WIB
RIAUONE.COM, SIAK - Bupati Siak Alfedri mengapresiasi diluncurkannya chanel youtube Disdikbud Siak Bedelau. Menurutnya pola pembelajaran melalui chanel youtube ini sangat tepat dimasa pandemi saat ini. 

"Kami atas nama Pemkab Siak mengapresiasi terobosan atau inovasi yang dibuat oleh Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kab Siak ini yang bekerjasama dengan Tanoto Foundation" kata Alfedri, Rabu (20/5/2020). 

Ia sampaikan pembelajaran on-line dinilai sejalan dengan salah satu visi Kabupaten Siak yaitu terwujudnya masyarakat kabupaten Siak yang cerdas dan sejalan dengan program Siak menuju 100 kabupaten/kota Smart City di Indonesia.

" Oleh karena itu program ini akan mejandi program berkelanjutan baik dalam kondisi sekarang ini, dan masa yang akan datang" ucapnya. 

Lebih lanjut ia mengatakan, metoda belajar secara virtual ini bisa berjalan dengan baik, dan pihaknya mendorong  agar chanel youtube tersebut bisa berkembang. Dengan diluncurkannya program itu, sekaligus diharapkan dapat menjawab tantangan pendidikan saat ini, mengingat wilayah Kabupaten Siak yang cukup luas. 

Kata Alfedri, sejak merebaknya wabah corona di Indonesia, Pemkab Siak pada pertengahan Maret 2020 kemarin, telah mengeluarkan kebijakan untuk meliburkan sekolah, namun kebijakan tersebut harus dipahami dan diketahui oleh masyarakat, mengingat kebijakan libur sekolah yang dibuatnya itu tentunya sistem proses belajar mengajar tetap berjalan (belajar dirumah).

Inovasi 'Disdikbud Siak Bedelau' tersebut merupakan solusi cerdas dalam memberikan pembelajaran kepada para tenaga didik maupun peserta didik tengah kondisi Siak menghadapi wabah Corona atau Covid-19.   

Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan  (Disdikbud) Kabupaten Siak Lukman, menambahkan, tujuan chanel Disdikbud Siak Bedelau ini  dibuat untuk menyikapi proses belajar mengajar dimasa wabah Covid-19. 

"Ini adalah kerisauan dari rekan-rekan guru, orang tua murid maupun murid itu sendiri yang telah lama tidak bertatap muka dalam proses belajar dan mengajar" sebutnya. 

Lukman menjelaskan, pola pembelajaran di channel youtube Disdikbud Siak Bedelau dengan cara menunjuk guru yang kompeten sesuai kelas untuk SD/MI dan sesuai mata pelajaran untuk SMP/MTs. 

Kemudian, guru yang ditunjuk akan mengajar secara live dan akan disaksikan atau diikuti oleh guru-guru dan peserta didik yang lain se Kab. Siak. Hal ini dilakukan untuk menjawab permasalahan bagi guru-guru yang masih lemah dengan teknologi dan juga masih lemah mendesign pembelajaran berbasis teknologi.

Lanjutnya, saat ini telah dilakukan Musyawarah guru mata pelajaran (MGMP) SMP/MTs setiap mata pelajaran (mapel) secara dalam jaringan (daring) , untuk membantu guru memahami pembelajaran jarak jauh berbasis teknologi. Memotivasi guru untuk mengubah mindset terhadap pola belajar dan mengajar di saat wabah Covid-19 ini.

"InsyaAllah akan dilakukan tindak lanjut MGMP Virtual berbasis rayon atau kecamatan. Begitu juga akan menyusul KKG Virtual untuk guru2 di SD/MI" ujarnya. 

Ia bilang, Jika wabah Covid-19 ini masih berlangsung maka pembelajaran daring melalui channel youtube Disdikbud Siak Bedelau akan di mulai di awal Tahun Pelajaran 2020/2021 (bulan Juli 2020).

Sementara lanjut dia, bagi orangtua atau peserta didik yg tidak punya fasilitas HP maka akan dilakukan pembelajaran luring (luar jaringan) dengan cara menentukan portal-portal atau tempat bagi anak-anak mengambil materi atau tugas. Nanti  akan disiapkan modul bagi peserta didik yang tidak bisa melaksanakan pembelajaran daring.

Dan untuk kerjasama dengan pihak Tanoto Foundation (TF) sudah berjalan dua tahun terakhir. TF melakukan pendampingan bagi guru-guru dan kepala sekolah dalam rangka meningkatkan mutu pendidikan di Kab. Siak. Guru-guru dan kepala sekolah banyak mendapatkan ilmu dan bimbingan dari TF, karena TF memiliki tenaga ahli dan profesional terkait pengembangan mutu pendidikan.

Sementara  Dendi Satria Buana Perwakilan Tanoto Foundation mengatakan, pihaknya bekerjasama dengan Kabupaten Siak melalui Program PINTAR untuk peningkatan mutu Pendidikan Dasar (SD/MI & SMP/MTs). Kerjasama ini telah berlangsung dari tahun 2018 hingga saat ini.

Melalui Pintar kata Dendi, TF mendukung penembangan kompetensi kepsek, Guru dan Pengawas melalui pelatihan-pelatihan serta pendampingan ke sekolah. Selama ini (sebelum ada COVID-19), pelatihan & pendampingan dilakukan secara langsung.

Di masa penanganan pandemik COVID-19 ini   TF mendukung terselenggaranya Pembelajaran Jarak Jauh yang berkualitas dan bermakna.

"Bulan April 2020, kami baru saja melatih ToT Fasda Siak tentang pembelajaran Jarak Jauh. Ini akan dilanjutkan dengan pelatihan ke kepsek, guru di bulan Juni 2020. Setelah itu dilanjutkan dengan kegiatan pendampingan sekolah/KKG/MGMP.

Tetap dengan payung Program PINTAR yang kegiatannya sudah disesuaikan dengan kebutuhan pembelajaran di masa penanganan COVID-19.

"Untuk channel yang diluncurkan disdik, kami akan berkolaborasi bersama para pihak mendukung penyediaan konten dan model-model pembelajaran jarak jauh. Menyesuaikan dengan kondisi saat COVID-19, kegiatan-kegiatan tersebut akan dilakukan secara online/daring" jelasnya. 

Turut hadir dalam video conference itu, Kakan Kemenag Muharrom, Asisten 1 Budhi Yuwono, Sekretaris Disdikbud dan Nurul Hasanah selaku host dari Tanoto Foundation. Selain itu Live Streaming tersebut di ikuti oleh kepala sekolah, Korwilcam, komite sekolah, guru dan peserta didik yang berjumlah sekitar 200 orang.


Laporan : Masroni

Baca juga :

Siak (ANTARA) - Pemberlakuan Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ) merupakan tantangan yang tidak mudah bagi para guru terlebih lagi memastikan layanan pendidikan kepada anak berkebutuhan khusus (ABK). Seperti yang dialami, Ranti Elvira, Guru Sekolah Menengah Pertama Negeri 2 Mempura, Kabupaten Siak. 

SMPN 2 Mempura merupakan salah satu sekolah inklusi yang ada di Kabupaten Siak. Sekolah yang merupakan mitra Tanoto Foundation ini dikelilingi hutan dan kebun sawit terletak di Kampung Merempan Hilir, Kecamatan Mempura. 

Ranti menjelaskan bahwa peserta didik yang terkategorikan ABK tidak hanya yang difabel saja. Tetapi juga ada yang putus hubungan dengan dunia luar karena beberapa faktor. 

"Salah satunya peserta didik di kelas saya, Ananda termasuk ABK karena broken home. Hal ini yang diduga kuat menyebabkannya tidak peduli dengan dunia luar. Misalnya tidak peduli dengan pelajaran di sekolah, tidak mempan dinasihati atau pun dimarahi orang tuanya," tuturnya.

Total ada delapan siswa berkebutuhan khusus terbagi atas tujuh orang dengan kategori lamban/kesulitan belajar dan satu orang tuna laras. 

Oleh karena itu, kata Ranti, dalam menghadapi peserta didik ABK dibutuhkan kesabaran dan ketelatenan. Apalagi saat ini situasinya siswa harus belajar dari rumah. 

Mau tak mau dalam mengimplementasikan PJJ dengan siswa berkebutuhan khusus mempunyai tantangan tersendiri. Namun yang terpenting, menurut Ranti, harus memiliki kesabaran dan ketelatenan. 

"Jangankan mengikuti materi yang kami bagikan di Grup WhatsApp kelas, absen saja tidak dibaca. Saya pernah menelpon dan malah ditolak. Materi tidak dibaca dan tidak ditanggapi," ucapnya. 

Namun demi memenuhi layanan pendidikan kepada peserta didik ABK, Ranti ditemani guru inklusi lainnya Iwan, akhirnya memutuskan secara khusus mendatangi siswa di rumahnya.
Sebagai wali kelas dia juga menanyakan kendala dan memberikan opsi untuk solusinya, sementara guru mata pelajaran ada yang door to door untuk memberikan LKPD.

Tapi kegiatan ini bukan tak ada masalah juga seperti sulitnya menuju rumah peserta didik yang tersebar di sekitar hutan dan kebun kelapa sawit. Bahkan saat musim hujan, dia harus melewati genangan air setinggi lutut.

"Kalau musim hujan saya harus menyiapkan sepatu boots karena di daerah sana sering banjir. Hal ini dikarenakan mayoritas wilayahnya lahan gambut. Jadi kalau hujan air menggenang sampai setinggi lutut orang dewasa," ungkapnya. 

Tiba di rumah datang lagi tantangan terbesar menghadapi peserta didik ABK yakni orangtuanya sendiri. Tersebab perhatian dan peran serta orang tua dalam mendampingi siswa ABK sangat dibutuhkan dalam tumbuh kembang siswa.

Pada pembelajaran aktif untuk ABK ini Ranti memulai pembelajaran dengan menerapkan konsep MAU yang artinya mengkondisikan, aktifkan, dan umpan balik. Seperti yang dia terapkan kepada ananda Aidil Fitriansyah, peserta didik yang diberi keistimewaan suka menyendiri dan lamban dalam belajar. 

"Saya memulai pembelajaran dengan menanyakan ke ananda kenapa tidak merespon sama sekali di grup. Saya juga berdiskusi dengan orangtuanya. Setelah mengetahui persoalannya, saya mulai menyampaikan materi pelajaran," ujarnya.

Ranti juga tetap berusaha memasukkan unsur pembelajaran aktif seperti mengalami, interaksi, komunikasi dan refleksi atau yang dikenal dengan MIKIR. Pada tahapan mengalami, Ranti mengajak peserta didik untuk mengenal barang-barang apa yang ada sekitar rumahnya. 

"Sebelum masuk ke penjelasan tentang jenis-jenis seni rupa, saya mengajak ananda melihat barang-barang di sekitar rumahnya dan memintanya menjelaskan fungsi barang tersebut. Aidil berhasil menjelaskan barang berikut fungsinya dengan cukup baik, seperti foto, lemari, kursi, meja, dan tempat tidur," jelasnya.

Kemudian pada tahapan interaksi, Ranti meminta peserta didik mengidentifikasi barang tersebut masuk ke dalam jenis seni rupa apa. Ranti menjelaskan bahwa jenis seni rupa terbagi menjadi dua, pertama seni rupa berdasarkan bentuk, kedua seni rupa berdasarkan fungsinya. 

Berdasarkan bentuk terbagi menjadi seni rupa dua dan tiga dimensi. Sedangkan berdasarkan fungsi terbagi menjadi murni dan terapan. 

"Pada saat mengidentifikasi barang-barang tersebut, ananda mulai nampak kesulitan. Ananda masih belum memahami konsep jenis seni rupa baik berdasarkan bentuk maupun fungsinya meskipun telah dijelaskan sebelumnya,” jelasnya. 

Ranti secara perlahan membantu mengidentifikasi barang di sekitar rumahnya berdasarkan bentuk dan fungsinya. Kemudian dia meminta peserta didik untuk menggambar barang yang ada di sekitarnya. Pada tahap ini nampak sekali peserta didik tidak percaya diri.

"Aidil memilih menggambar meja yang di atasnya ada televisi dan speaker. Saat menggambar Aidil ragu sekali. Dia memutar-mutar kertas. Dia menggaris, dihapus, begitu seterusnya," tambah dia.

Guru untuk kebutuhan khusus mengajar dari rumah ke rumah. (ANTARA/HO-TF)

Pada momen ini, Iwan selaku guru yang khusus menangani siswa inklusi berperan memberikan motivasi dan mengarahkan peserta didik untuk menyelesaikan tugasnya. Dia meminta jangan ragu, buat saja dulu, tidak apa-apa salah, yang penting selesaikan dulu.
 
Kemudian memasuki tahap komunikasi, Ranti meminta peserta didik menjelaskan gambar yang telah berhasil dibuat. Lalu mengidentifikasikannya ke dalam jenis seni rupa. 

Pada tahap komunikasi ini peserta didik sangat kesulitan dan kehilangan rasa percaya dirinya sehingga dia dan Iwan secara perlahan terus mendampingi dan memotivasinya. Di tahap refleksi, Ranti kembali memotivasi peserta didik bahwa mereka juga bisa mengerjakan dengan baik apa yang ditugaskan oleh guru. 

"Di akhir pembelajaran, saya kembali memotivasi Aidil agar mau terus belajar dan memuji sisi positif yang dimilikinya. Hal ini penting untuk memberikan rasa percaya diri bagi Aidil," pungkasnya.  

Pewarta : Bayu Agustari Adha

Editor : Riski Maruto

SIAK (Infosiak.com) – Pemkab Siak melakukan penandatanganan nota kesepahaman atau memorandum of understanding (MoU) dengan Universitas Lancang Kuning (Unilak) di Gedung Batin Djaonang Kantor Camat Minas, Jumat (09/04/2021).

Bupati Alfedri dan Rektor Unilak Dr. Junaidi SS, M.Hum sebagai Pihak Pertama dan Pihak Kedua secara bersamaan menandatangani kesepakatan bersama tentang, Pendidikan dan Pengajaran dan Pengembangan, dan Pengabdian kepada masyarakat.

Bupati Siak Alfedri mengatakan, penandatanganan MoU antara Pemda Siak dengan Universitas Lancang Kuning merupakan bagian dari upaya pemerintah daerah dalam rangka pengembangan program pembangunan dan pelayanan yang berdayaguna bagi masyarakat. Hal itu juga untuk meningkatkan sumber daya manusia (SDM) dan aparatur pemerintahan di Kabupaten Siak. “Hari ini kami melakukan penandatanganan nota kesepahaman dengan Universitas Lancang Kuning. Ini salah satu upaya untuk meningkatkan Sumber Daya Manusia, khususnya tenaga pendidik atau guru di Kabupaten Siak,” kata Alfedri.

Ia menjelaskan Jumlah guru Paud di Kabupaten Siak yang berjumlah 946 orang, terdiri dari sarjana 558 (59%), dan non sarjana 388 (41%). Untuk guru SD sebanyak 3.587 orang, 90% sudah sarjana tinggal 10% lagi yang belum. Dan guru SMP sebanyak 1.733 orang, diantaranya 94% telah sarjana.

Selain peningkatan SDM guru-guru Paud, Bupati Alfedri mendorong aparatur kampung termasuk Penghulu untuk meningkatkan kapasitas akademisnya.

Karena lanjutnya, Kemendagri, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) dan Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi (Kemendes PDTT) sudah melakukan MoU. “Bagi guru-guru Paud yang ingin kuliah, tidak perlu datang ke kampus. Proses belajar mengajar dilakukan secara daring,” jelas Alfedri.

Kesepakatan Bersama ini bertujuan untuk meningkatkan potensi sumber daya manusia yang dimiliki oleh Pihak Pertama dan dalam rangka mendukung keberhasilan Pihak Kedua dalam pelaksanaan Tri Dharma Perguruan Tinggi.

Laporan: Atok
Sumber: Rilis Humas



SIAK (Infosiak.com) – Pemerintah Daerah (Pemda) Kabupaten Siak melalui Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud), telah menerbitkan Surat Edaran (SE) yang ditujukan kepada seluruh sekolah tingkat Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD), Sekolah Dasar (SD) dan Sekolah Menengah Pertama (SMP).

Dalam surat edaran itu, Disdikbud Siak menyampaikan prihal tentang pelaksanaaan ujian dan kegiatan pada semester genap tahun ajaran 2020/2021, termasuk masa libur sekolah pada bulan puasa (Ramadhan, red) 1442 H. Terkait hal itu, Sekretaris Disdikbud Siak H Mahadar M.Pd menyebutkan, sesuai surat edaran terdahulu yang dikeluarkan oleh Disdikbud Siak, pada awal Ramadhan 1442 Hijriyah ini para siswa libur.

“Sampai saat ini belum keluar surat edaran terbaru, tapi setelah sayo tanyokan ke bidang teknis (bidang SD), besok siswa libur sesuai surat edaran kita terdahulu,” jelas Mahadar, Ahad (11/04/2021) sore, kepada Infosiak.com. Berdasarkan surat edaran terdahulu yang dikeluarkan oleh Disdikbud Siak, pada tanggal 12 hingga 14 April 2021 siswa tingkat SD, SMP, dan PAUD libur.