//pc
//hp
Budaya Mutu
Disdikbud Kab. Siak - 07 Juli 2021, Pukul 10:30 WIB

By:  L.NFirdaus

Setiap kali kita menilai sesuatu barang atau pun jasa dalam ruang dan waktu pelayanan publik, sebetulnya saat itu kita dapat langsung menilai secara persepsional tentang budaya mutu orang atau pun perusahaan yang menyediakan barang dan jasa itu.

Ingat Nestle? Nama salah satu perusahaan  Swiss (Switzerland) pengolah susu dengan mutu terbaik di dunia. Mulai generasi 1.0 hingga 4,0 atau mungkin kelak sampai hilang generasi,  Nestle tetap atau akan menjadi pujaan hati orang-- sampai ke ceruk-ceruk Kebun Getah dan Kelapa Sawit; tak perduli ada signal internet atau kah tidak. 

Pernah dengar atau baca tentang Bushido? Etos kerja Jepun yang menjadi jiwa dan akidah para Samurai dalam melayani publik. Mendengar atau membaca kata Samurai, minda kita langsung tertuju kepada jalan pedang yang suka membuat kepala orang terpelanting ke tanah. Padahal kata “Samurai” itu artinya “melayani” atau hasrat menolong orang lain.

Para  Samurai Pengasih (Compassionate  Samurai@Brian Klemmer) memiliki nilai-nilai kuat, yang dapat mewujudkan apa pun, sekaligus mengabdikan hidupnya untuk melayani. Dia adalah sosok individu yang tegas, efektif, sekaligus terhormat dan baik budi. 

Sebetulnya, tidak ada perbedaan yang signifikan dalam hal kecerdasan dalam melayani public. Swiss tak punya perkebunan coklat, apatah lagi Kelapa Sawit. Tapi Swiss dikenal sebagai negara pembuat Coklat terbaik di dunia. Negara Swiss sangat kecil, hanya 11?ratannya yang bisa ditanami. 

Jepun? Daratannya 80?rupa pegunungan.   Pun tak cukup untuk meningkatkan pertanian & peternakan. Tapi Jepun macam “industri terapung” (floating industry) yang gigantis. Dia impor bahan baku dari semua negara di dunia. Setelah jadi  barang bernilai tambah tinggi,  dia humban balik (ekspor) ke negara tempat dia membeli bahan baku yang jauh lebih murah tadi. 

Jadi, Budaya Mutu itu sesungguhnya  suatu sistem nilai dari individu atau pun sebuah organisasi/perusahaan yang menghasilkan keadaan lingkungan yang kondusif dalam pembentukan perbaikan yang berkelanjutan dalam segi mutu. Orang merasa betah dan nyaman bekerja melayani orang dengan Sepenuh Hati. Bukan sebaliknya, orang gelisah dan tak betah dan menggerutu sambil mempergakan akidah pelayanan Setengah Hati. 

Budaya Mutu terdiri dari nilai-nilai, tradisi, prosedur, dan harapan yang mengedepankan mutu. Sebetulnya dalam hal kecerdasan melayani orang,  Swiss, Jepang, dan Indonesia sama. Cuma bedanya ada pada sikap/perilaku masyarakatnya, yang telah dibentuk sepanjang tahun melalui kebudayaan dan pendidikan.

Budaya Mutu Bedelau (excellence, winner), dengan sepenuh hati respek terhadap perkara: 1) etika sebagai prinsip dasar dalam kehidupan sehari-hari, 2) Jujur dan berintegritas, 3)bertanggung jawab, 4) hormat pada aturan & hukum masyarakat, 5) hormat pada hak orang/warga lain, 6) cinta pada pekerjaan, 7) berusaha keras untuk menabung & investasi, 8) mau bekerja keras, dan 9) Tepat waktu. 

Budaya Mutu Belangau (Worse, loser),  tetap berkepala batu dengan minda karatan dibelenggu oleh rutinitas zona kematian. Inilah golongan pekerja beracun (toxique employee) sering menyebabkan Pimpinan Perusahaan/Organisasi mengalami pecah pembuluh darah otak alias Stroke.  

Insyaf lah…..

÷÷÷÷÷÷÷÷÷÷÷÷÷÷÷÷÷÷÷

 L.NFirdausAnggota Komite Penjamin Mutu  BPSDM Provinsi Riau, Direktur Eksekutif  Center for Teacher Mind Transformation  (CTMT) FKIP Universitas Riau

Baca juga :

Oleh: L.N. Firdaus

Pensyarah di FKIP Universitas Riau

 

Ramai Guru sudah bergerak (move) tapi sejatinya belum berubah (change). Macam Ikan Kembung juga. Dia hanyut mengikuti aliran massa air kemana mengalir dari hulu ke hilir. Dimana tersangkut, di situ dia terhenti.

Hanya sedikit jumlah Guru macam Ikan Salmon yang sengaja bergerak menyongsong arus perubahan. Guru yang demikian itu tidak pernah terhenti bahkan tidak takut diberhentikan.

<iframe id="aswift_2" name="aswift_2" sandbox="allow-forms allow-popups allow-popups-to-escape-sandbox allow-same-origin allow-scripts allow-top-navigation-by-user-activation" width="726" height="0" frameborder="0" src="https://googleads.g.doubleclick.net/pagead/ads?us_privacy=1---&client=ca-pub-1322653235829720&output=html&h=280&adk=1715372263&adf=1437182526?=t.aa~a.1606935778~i.10~rp.4&w=726&fwrn=4&fwrnh=100&lmt=1625628514#_ads=1&rafmt=1&armr=3&sem=mc&pwprc=5176261072&psa=1&ad_type=text_image&format=726x280&url=https://www.batamnews.co.id/berita-73973-minda-guru.html&flash=0&fwr=0&pra=3&rh=182&rw=726&rpe=1&resp_fmts=3&wgl=1&fa=27&adsid=ChAI8P6PhwYQ092Ut-zqtPVAEj0AXZO5zrNMiW2GH3rlP_-wlj0BP60alJ_30XMHo5cb-2_Uaek3ml3QixtFRZ5uzfc5hkN9T6DLDu_UQ9TL&uach=WyJXaW5kb3dzIiwiMTAuMCIsIng4NiIsIiIsIjkxLjAuNDQ3Mi4xMTQiLFtdLG51bGwsbnVsbCxudWxsXQ..&tt_state=W3siaXNzdWVyT3JpZ2luIjoiaHR0cHM6Ly9hZHNlcnZpY2UuZ29vZ2xlLmNvbSIsInN0YXRlIjo2fSx7Imlzc3Vlck9yaWdpbiI6Imh0dHBzOi8vYXR0ZXN0YXRpb24uYW5kcm9pZC5jb20iLCJzdGF0ZSI6N31d&dt=1625628513656&bpp=3&bdt=5151&idt=-M&shv=r20210630&ptt=9&saldr=aa&abxe=1&cookie=ID=a1a061981ff644a5-22547d32f8c500f3:T=1612834306:RT=1612834306:S=ALNI_MaliN5znsT2zYbqk5OMKgGy0iSrYA&prev_fmts=726x435,0x0&nras=2&correlator=4788131899097&frm=20&pv=1&ga_vid=1276187461.1612834308&ga_sid=1625628513&ga_hid=170199180&ga_fc=0&u_tz=-420&u_his=1&u_java=0&u_h=768&u_w=1366&u_ah=728&u_aw=1366&u_cd=24&u_nplug=3&u_nmime=4&adx=145&ady=703&biw=1349&bih=625&scr_x=0&scr_y=0&eid=31060956,31060972,42531225,21067496,31061661&oid=3&pvsid=1795846978765687&pem=32&eae=0&fc=384&brdim=0,0,0,0,1366,0,1366,728,1366,625&vis=1&rsz=||s|&abl=NS&fu=128&bc=31&jar=2021-06-11-03&ifi=3&uci=a!3&btvi=2&fsb=1&xpc=z23s289X4x&p=https://www.batamnews.co.id&dtd=924" marginwidth="0" marginheight="0" vspace="0" hspace="0" allowtransparency="true" scrolling="no" allowfullscreen="true" trusttoken="{"type":"send-redemption-record","issuers":["https://adservice.google.com"],"refreshPolicy":"none","signRequestData":"include","includeTimestampHeader":true,"additionalSignedHeaders":["sec-time","Sec-Redemption-Record"],"additionalSigningData":"eyJ1cmwiOiJodHRwczovL3d3dy5iYXRhbW5ld3MuY28uaWQvYmVyaXRhLTczOTczLW1pbmRhLWd1cnUuaHRtbCJ9"}" allow="conversion-measurement" data-google-container-id="a!3" data-google-query-id="CIzftJGC0PECFT6E6QUdZo4M6Q" data-load-complete="true" style="max-width: 100%; vertical-align: middle; left: 0px; position: absolute; top: 0px; border-width: 0px; border-style: initial; width: 726px; height: 0px;"></iframe>

Hati dan pikirannya senantiasa risau—memberontak untuk sebuah perubahan sejati. Guru yang terakhir inilah yang pantas mengklaim dirinya sebagai Guru Penggerak.

Kebijakan strategis Merdeka belajar melalui Program Guru Penggerak diharapkan mampu mengguncang minda bawah sadar para Guru Indonesia.

<iframe id="aswift_3" name="aswift_3" sandbox="allow-forms allow-popups allow-popups-to-escape-sandbox allow-same-origin allow-scripts allow-top-navigation-by-user-activation" width="726" height="0" frameborder="0" src="https://googleads.g.doubleclick.net/pagead/ads?us_privacy=1---&client=ca-pub-1322653235829720&output=html&h=280&adk=1715372263&adf=2382266057?=t.aa~a.1606935778~i.14~rp.4&w=726&fwrn=4&fwrnh=100&lmt=1625628514#_ads=1&rafmt=1&armr=3&sem=mc&pwprc=5176261072&psa=1&ad_type=text_image&format=726x280&url=https://www.batamnews.co.id/berita-73973-minda-guru.html&flash=0&fwr=0&pra=3&rh=182&rw=726&rpe=1&resp_fmts=3&wgl=1&fa=27&adsid=ChAI8P6PhwYQ092Ut-zqtPVAEj0AXZO5zrNMiW2GH3rlP_-wlj0BP60alJ_30XMHo5cb-2_Uaek3ml3QixtFRZ5uzfc5hkN9T6DLDu_UQ9TL&uach=WyJXaW5kb3dzIiwiMTAuMCIsIng4NiIsIiIsIjkxLjAuNDQ3Mi4xMTQiLFtdLG51bGwsbnVsbCxudWxsXQ..&tt_state=W3siaXNzdWVyT3JpZ2luIjoiaHR0cHM6Ly9hZHNlcnZpY2UuZ29vZ2xlLmNvbSIsInN0YXRlIjo2fSx7Imlzc3Vlck9yaWdpbiI6Imh0dHBzOi8vYXR0ZXN0YXRpb24uYW5kcm9pZC5jb20iLCJzdGF0ZSI6N31d&dt=1625628513656&bpp=1&bdt=5151&idt=-M&shv=r20210630&ptt=9&saldr=aa&abxe=1&cookie=ID=a1a061981ff644a5-22547d32f8c500f3:T=1612834306:RT=1612834306:S=ALNI_MaliN5znsT2zYbqk5OMKgGy0iSrYA&prev_fmts=726x435,0x0,726x280&nras=3&correlator=4788131899097&frm=20&pv=1&ga_vid=1276187461.1612834308&ga_sid=1625628513&ga_hid=170199180&ga_fc=0&u_tz=-420&u_his=1&u_java=0&u_h=768&u_w=1366&u_ah=728&u_aw=1366&u_cd=24&u_nplug=3&u_nmime=4&adx=145&ady=1143&biw=1349&bih=625&scr_x=0&scr_y=0&eid=31060956,31060972,42531225,21067496,31061661&oid=3&pvsid=1795846978765687&pem=32&eae=0&fc=384&brdim=0,0,0,0,1366,0,1366,728,1366,625&vis=1&rsz=||s|&abl=NS&fu=128&bc=31&jar=2021-06-11-03&ifi=4&uci=a!4&btvi=3&fsb=1&xpc=H1xoo8NNR1&p=https://www.batamnews.co.id&dtd=930" marginwidth="0" marginheight="0" vspace="0" hspace="0" allowtransparency="true" scrolling="no" allowfullscreen="true" trusttoken="{"type":"send-redemption-record","issuers":["https://adservice.google.com"],"refreshPolicy":"none","signRequestData":"include","includeTimestampHeader":true,"additionalSignedHeaders":["sec-time","Sec-Redemption-Record"],"additionalSigningData":"eyJ1cmwiOiJodHRwczovL3d3dy5iYXRhbW5ld3MuY28uaWQvYmVyaXRhLTczOTczLW1pbmRhLWd1cnUuaHRtbCJ9"}" allow="conversion-measurement" data-google-container-id="a!4" data-google-query-id="CJPjt5GC0PECFRA_vQodi78LVA" data-load-complete="true" style="max-width: 100%; vertical-align: middle; left: 0px; position: absolute; top: 0px; border-width: 0px; border-style: initial; width: 726px; height: 0px;"></iframe>

Minda dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI) diartikan sebagai pusat kesadaran yang membangkitkan pikiran, perasaan, ide dan persepsi, serta menyimpan pengetahuan dan ingatan.

Guncangan itu kelak akan memicu sirkuit will power (Scharmer, 2017)—saklar energi kekuatan dalaman yang seterusnya akan mengaktifkan reaktor transformatif paradigma berfikir Guru.

<iframe id="aswift_4" name="aswift_4" sandbox="allow-forms allow-popups allow-popups-to-escape-sandbox allow-same-origin allow-scripts allow-top-navigation-by-user-activation" width="726" height="0" frameborder="0" src="https://googleads.g.doubleclick.net/pagead/ads?us_privacy=1---&client=ca-pub-1322653235829720&output=html&h=280&adk=1715372263&adf=1753502821?=t.aa~a.1606935778~i.18~rp.4&w=726&fwrn=4&fwrnh=100&lmt=1625628514#_ads=1&rafmt=1&armr=3&sem=mc&pwprc=5176261072&psa=1&ad_type=text_image&format=726x280&url=https://www.batamnews.co.id/berita-73973-minda-guru.html&flash=0&fwr=0&pra=3&rh=182&rw=726&rpe=1&resp_fmts=3&wgl=1&fa=27&adsid=ChAI8P6PhwYQ092Ut-zqtPVAEj0AXZO5zrNMiW2GH3rlP_-wlj0BP60alJ_30XMHo5cb-2_Uaek3ml3QixtFRZ5uzfc5hkN9T6DLDu_UQ9TL&uach=WyJXaW5kb3dzIiwiMTAuMCIsIng4NiIsIiIsIjkxLjAuNDQ3Mi4xMTQiLFtdLG51bGwsbnVsbCxudWxsXQ..&tt_state=W3siaXNzdWVyT3JpZ2luIjoiaHR0cHM6Ly9hZHNlcnZpY2UuZ29vZ2xlLmNvbSIsInN0YXRlIjo2fSx7Imlzc3Vlck9yaWdpbiI6Imh0dHBzOi8vYXR0ZXN0YXRpb24uYW5kcm9pZC5jb20iLCJzdGF0ZSI6N31d&dt=1625628513656&bpp=1&bdt=5151&idt=-M&shv=r20210630&ptt=9&saldr=aa&abxe=1&cookie=ID=a1a061981ff644a5-22547d32f8c500f3:T=1612834306:RT=1612834306:S=ALNI_MaliN5znsT2zYbqk5OMKgGy0iSrYA&prev_fmts=726x435,0x0,726x280,726x280&nras=4&correlator=4788131899097&frm=20&pv=1&ga_vid=1276187461.1612834308&ga_sid=1625628513&ga_hid=170199180&ga_fc=0&u_tz=-420&u_his=1&u_java=0&u_h=768&u_w=1366&u_ah=728&u_aw=1366&u_cd=24&u_nplug=3&u_nmime=4&adx=145&ady=1583&biw=1349&bih=625&scr_x=0&scr_y=0&eid=31060956,31060972,42531225,21067496,31061661&oid=3&pvsid=1795846978765687&pem=32&eae=0&fc=384&brdim=0,0,0,0,1366,0,1366,728,1366,625&vis=1&rsz=||s|&abl=NS&fu=128&bc=31&jar=2021-06-11-03&ifi=5&uci=a!5&btvi=4&fsb=1&xpc=dlTikM73yb&p=https://www.batamnews.co.id&dtd=936" marginwidth="0" marginheight="0" vspace="0" hspace="0" allowtransparency="true" scrolling="no" allowfullscreen="true" trusttoken="{"type":"send-redemption-record","issuers":["https://adservice.google.com"],"refreshPolicy":"none","signRequestData":"include","includeTimestampHeader":true,"additionalSignedHeaders":["sec-time","Sec-Redemption-Record"],"additionalSigningData":"eyJ1cmwiOiJodHRwczovL3d3dy5iYXRhbW5ld3MuY28uaWQvYmVyaXRhLTczOTczLW1pbmRhLWd1cnUuaHRtbCJ9"}" allow="conversion-measurement" data-google-container-id="a!5" data-google-query-id="CN6HuJGC0PECFQJevQodzLIOjw" data-load-complete="true" style="max-width: 100%; vertical-align: middle; left: 0px; position: absolute; top: 0px; border-width: 0px; border-style: initial; width: 726px; height: 0px;"></iframe>

Tanpa perubahan minda, tidak akan ada perubahan fundamental yang melahirkan inovasi yang disruptif. Thomas Khun menandaskan bahwa revolusi Ilmu Pengetahuan hanya dimungkinkan jika terjadi pergeseran minda (paradigm shift).

<iframe id="aswift_5" name="aswift_5" sandbox="allow-forms allow-popups allow-popups-to-escape-sandbox allow-same-origin allow-scripts allow-top-navigation-by-user-activation" width="726" height="0" frameborder="0" src="https://googleads.g.doubleclick.net/pagead/ads?us_privacy=1---&client=ca-pub-1322653235829720&output=html&h=280&adk=1715372263&adf=3774631125?=t.aa~a.1606935778~i.20~rp.4&w=726&fwrn=4&fwrnh=100&lmt=1625628514#_ads=1&rafmt=1&armr=3&sem=mc&pwprc=5176261072&psa=1&ad_type=text_image&format=726x280&url=https://www.batamnews.co.id/berita-73973-minda-guru.html&flash=0&fwr=0&pra=3&rh=182&rw=726&rpe=1&resp_fmts=3&wgl=1&fa=27&adsid=ChAI8P6PhwYQ092Ut-zqtPVAEj0AXZO5zrNMiW2GH3rlP_-wlj0BP60alJ_30XMHo5cb-2_Uaek3ml3QixtFRZ5uzfc5hkN9T6DLDu_UQ9TL&uach=WyJXaW5kb3dzIiwiMTAuMCIsIng4NiIsIiIsIjkxLjAuNDQ3Mi4xMTQiLFtdLG51bGwsbnVsbCxudWxsXQ..&tt_state=W3siaXNzdWVyT3JpZ2luIjoiaHR0cHM6Ly9hZHNlcnZpY2UuZ29vZ2xlLmNvbSIsInN0YXRlIjo2fSx7Imlzc3Vlck9yaWdpbiI6Imh0dHBzOi8vYXR0ZXN0YXRpb24uYW5kcm9pZC5jb20iLCJzdGF0ZSI6N31d&dt=1625628513656&bpp=1&bdt=5151&idt=-M&shv=r20210630&ptt=9&saldr=aa&abxe=1&cookie=ID=a1a061981ff644a5-22547d32f8c500f3:T=1612834306:RT=1612834306:S=ALNI_MaliN5znsT2zYbqk5OMKgGy0iSrYA&prev_fmts=726x435,0x0,726x280,726x280,726x280&nras=5&correlator=4788131899097&frm=20&pv=1&ga_vid=1276187461.1612834308&ga_sid=1625628513&ga_hid=170199180&ga_fc=0&u_tz=-420&u_his=1&u_java=0&u_h=768&u_w=1366&u_ah=728&u_aw=1366&u_cd=24&u_nplug=3&u_nmime=4&adx=145&ady=1978&biw=1349&bih=625&scr_x=0&scr_y=0&eid=31060956,31060972,42531225,21067496,31061661&oid=3&pvsid=1795846978765687&pem=32&eae=0&fc=384&brdim=0,0,0,0,1366,0,1366,728,1366,625&vis=1&rsz=||s|&abl=NS&fu=128&bc=31&jar=2021-06-11-03&ifi=6&uci=a!6&btvi=5&fsb=1&xpc=tbTAknfBmH&p=https://www.batamnews.co.id&dtd=942" marginwidth="0" marginheight="0" vspace="0" hspace="0" allowtransparency="true" scrolling="no" allowfullscreen="true" trusttoken="{"type":"send-redemption-record","issuers":["https://adservice.google.com"],"refreshPolicy":"none","signRequestData":"include","includeTimestampHeader":true,"additionalSignedHeaders":["sec-time","Sec-Redemption-Record"],"additionalSigningData":"eyJ1cmwiOiJodHRwczovL3d3dy5iYXRhbW5ld3MuY28uaWQvYmVyaXRhLTczOTczLW1pbmRhLWd1cnUuaHRtbCJ9"}" allow="conversion-measurement" data-google-container-id="a!6" data-google-query-id="CPv3u5GC0PECFdmB6QUd-pUG9g" data-load-complete="true" style="max-width: 100%; vertical-align: middle; left: 0px; position: absolute; top: 0px; border-width: 0px; border-style: initial; width: 726px; height: 0px;"></iframe>

Guru Penggerak harus mau menggusur minda lama dan menggantikannya dengan minda baru. Jikalau tak berdaya menggeser lempeng tektonik minda usang itu, maka dia akan tetap tegak sebagai guru yang melapuk (decay teachers) ditelan masa. Seribu tiga ratus enam puluh tahun lalu (656-661M), Ali bin Abi Thalib-salah satu Sahabat Utama Nabi Muhammad SAW telah mengingatkan kepada dunia, “Didiklah anakmu sesuai dengan Zamannya, Sungguh mereka akan menghadapi masa yang berbeda dari masamu”.

<iframe id="aswift_6" name="aswift_6" sandbox="allow-forms allow-popups allow-popups-to-escape-sandbox allow-same-origin allow-scripts allow-top-navigation-by-user-activation" width="726" height="0" frameborder="0" src="https://googleads.g.doubleclick.net/pagead/ads?us_privacy=1---&client=ca-pub-1322653235829720&output=html&h=200&adk=92719441&adf=4242235386?=t.aa~a.1606935778~i.22~rp.4&w=726&fwrn=4&fwrnh=100&lmt=1625628514#_ads=1&rafmt=1&armr=3&sem=mc&pwprc=5176261072&psa=1&ad_type=text_image&format=726x200&url=https://www.batamnews.co.id/berita-73973-minda-guru.html&flash=0&fwr=0&pra=3&rh=182&rw=726&rpe=1&resp_fmts=3&wgl=1&fa=27&adsid=ChAI8P6PhwYQ092Ut-zqtPVAEj0AXZO5zrNMiW2GH3rlP_-wlj0BP60alJ_30XMHo5cb-2_Uaek3ml3QixtFRZ5uzfc5hkN9T6DLDu_UQ9TL&uach=WyJXaW5kb3dzIiwiMTAuMCIsIng4NiIsIiIsIjkxLjAuNDQ3Mi4xMTQiLFtdLG51bGwsbnVsbCxudWxsXQ..&tt_state=W3siaXNzdWVyT3JpZ2luIjoiaHR0cHM6Ly9hZHNlcnZpY2UuZ29vZ2xlLmNvbSIsInN0YXRlIjo2fSx7Imlzc3Vlck9yaWdpbiI6Imh0dHBzOi8vYXR0ZXN0YXRpb24uYW5kcm9pZC5jb20iLCJzdGF0ZSI6N31d&dt=1625628513656&bpp=1&bdt=5151&idt=1&shv=r20210630&ptt=9&saldr=aa&abxe=1&cookie=ID=a1a061981ff644a5-22547d32f8c500f3:T=1612834306:RT=1612834306:S=ALNI_MaliN5znsT2zYbqk5OMKgGy0iSrYA&prev_fmts=726x435,0x0,726x280,726x280,726x280,726x280&nras=6&correlator=4788131899097&frm=20&pv=1&ga_vid=1276187461.1612834308&ga_sid=1625628513&ga_hid=170199180&ga_fc=0&u_tz=-420&u_his=1&u_java=0&u_h=768&u_w=1366&u_ah=728&u_aw=1366&u_cd=24&u_nplug=3&u_nmime=4&adx=145&ady=2448&biw=1349&bih=625&scr_x=0&scr_y=0&eid=31060956,31060972,42531225,21067496,31061661&oid=3&pvsid=1795846978765687&pem=32&eae=0&fc=384&brdim=0,0,0,0,1366,0,1366,728,1366,625&vis=1&rsz=||s|&abl=NS&fu=128&bc=31&jar=2021-06-11-03&ifi=7&uci=a!7&btvi=6&fsb=1&xpc=noumhqGBZT&p=https://www.batamnews.co.id&dtd=947" marginwidth="0" marginheight="0" vspace="0" hspace="0" allowtransparency="true" scrolling="no" allowfullscreen="true" trusttoken="{"type":"send-redemption-record","issuers":["https://adservice.google.com"],"refreshPolicy":"none","signRequestData":"include","includeTimestampHeader":true,"additionalSignedHeaders":["sec-time","Sec-Redemption-Record"],"additionalSigningData":"eyJ1cmwiOiJodHRwczovL3d3dy5iYXRhbW5ld3MuY28uaWQvYmVyaXRhLTczOTczLW1pbmRhLWd1cnUuaHRtbCJ9"}" allow="conversion-measurement" data-google-container-id="a!7" data-google-query-id="CJn1vpGC0PECFYMQvQod9ssHhg" data-load-complete="true" style="max-width: 100%; vertical-align: middle; left: 0px; position: absolute; top: 0px; border-width: 0px; border-style: initial; width: 726px; height: 0px;"></iframe>

Sekolah di serata dunia saat ini dinilai telah gagal memberikan pembelajaran (World Bank Report (2018). Disinyalir ada empat punca penyebab kegagalan itu.

Pertama, anak-didik yang tidak memiliki kesiapan untuk belajar. Dimensi ini membutuhkan sosok Guru Penggerak yang memiliki keinsafan untuk terus merevitalisasi fungsinya sebagai motivator, falisitator, dan manager Berkelas.

Kedua, Guru kebanyakan tidak terampil (lack of skills) dan motivasi dalaman untuk menjadi guru yang efektif. Meskipun secara hakiki, tujuan Pendidikan adalah membangun modal insan yang paripurna (learning to be), namun perkara keterampilan guru juga harus diasah lebih tajam (learning to do).

Sigihan McKinsey Intitute (2020) memperlihatkan adanya kesenjangan yang lebar antara keterampilan Guru dan Murid seluruh Dunia.

Perioritas utama penajaman keterampilan Guru pada tahun 2030 harus fokus pada literasi, berfikir kritis, numerasi, kepekaan sosial, komunikasi, kesadaran diri, dan kolaborasi. Sedangkan untuk siswa, harus difokuskan pada keterampilan digital, kreativitas, intra dan interpersonal skills, pemahaman intercultural dan etikal, serta manajemen diri.

Ketiga, input sekolah yang gagal menjangkau ruang kelas atau tidak secara langsung memengaruhi proses belajar mengajar.

Dimensi ini membutuhkan pergeseran minda kepala sekolah dari project-oriented minded ke learning outcome-oriented minded.
Keempat, rendahnya keterampilan dalam manajemen dan tata Kelola (school governance) sehingga tidak secara efektif memengaruhi proses belajar mengajar.

Divergensi fokus sekolah, guru dan keluarga terhadap pembelajaran sesungguhnya dipicu oleh gabungan dua kekuatan kunci, yaitu manajemen teknis dan perkara kekuatan politis pendidikan.

Keberhasilan kebijakan Nadiem Makarim tentang Merdeka Belajar dengan semua derivasi program dan kegiataannya amat sangat ditentukan oleh keberhasilan transformasi Minda Guru.

Terobosan Program Pendidikan Guru Penggerak (PPGP) melalui kemasan pelatihan daring, lokakarya, konferensi, dan pendampingan selama 9 bulan bagi calon guru penggerak harus dapat meyentuh ke relung hati Guru paling dasar sehingga mencuatkan Open Will, tidak cukup sekedar Open Mind dan Open Heart (Scharmer, 2018).

Tanpa itu, perubahan yang akan dituai hanya bersifat dangkal dan temporer. Ikhtiar itu membutuhkan sebuah keinsyafan Guru dalam memaknai misi mulianya secara hakiki dalam membangun peradaban yang cemerlang. Kalau tak melangkah, pasti kita tak akan pernah sampai di tempat berlabuh.

Wallahualam..

Pekanbaru (ANTARA) - Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Siak, Riau, mengembangkan metode pembelajaran campuran atau blended learning berbasis portal web yang diharapkan mampu menjadi sumber informasi dan pembelajaran oleh guru maupun siswa.

Ide ini muncul untuk mengoptimalkan pendidikan di Kabupaten Siak mengingat adanya keterbatasan guru dalam mendapatkan informasi dan inspirasi tentang praktik pembelajaran yang baik, kata Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Siak, Lukman, melalui keterangan tertulis yang diterima ANTARA di Pekanbaru, Kamis (3/9).

"Tuntutan teknologi mengharuskan kami untuk terus berinovasi. Termasuk dalam persoalan pendidikan. Portal blended learning ini diharapkan menjadi sumber belajar bagi siswa maupun guru," tuturnya.

Senada dengan Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Siak, Fahrurrozi yang menjabat sebagai Kabid SMP menegaskan, pengembangan portal blended learning ini sesuai dengan semangat merdeka belajar yang disampaikan Menteri Pendidikan.

"Pengembangan portal ini sesuai dengan semangat merdeka Mas Menteri Pendidikan. Melalui portal blended learning ini siapapun bisa belajar sesuai yang mereka butuhkan," ucapnya.

Dalam pelaksanaannya, Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Siak berkolaborasi dengan berbagai pihak, di antaranya adalah Dinas Komunikasi dan Informasi, Dinas Perpustakaan serta Tanoto Foundation sebagai mitra dalam pengembangan mutu pendidikan di Kabupaten Siak.

Sumber :
https://riau.antaranews.com/berita/179390/optimalkan-pembelajaran-disdik-siak-kembangkan-portal-blended-learning

Pewarta : Selvina Suryaningsih

Editor: Riski Maruto

COPYRIGHT © ANTARA 2020

Siak – Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Siak kembali membuktikan sebagai salah satu kabupaten paling adaptif dalam implementasi pembelajaran jarak jauh di Provinsi Riau. Terbaru adalah keberhasilannya menyelenggarakan webinar tentang permodelan pembelajaran aktif dan kontekstual untuk guru mata pelajaran. Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Siak, H. Lukman, S.Sos., M.Pd menyampaikan bahwa webinar ini sebagai tindak lanjut evaluasi penyelenggaraan pembelajaran jarak jauh melalui kanal YouTube Siak Bedelau yang sudah berjalan hampir dua bulan.

“Webinar ini sebagai jawaban atas hasil evaluasi pelaksanaan pembelajaran jarak jauh (PJJ) melalui channel YouTube Siak Bedelau. Selama diberlakukan PJJ secara online guru masih nampak kesulitan menciptakan pembelajaran yang kontekstual dan menarik. Harapannya setelah melihat permodelan yang diberikan oleh Tanoto Foundation, para guru bisa terinspirasi,” tuturnya dalam sambutan sekaligus pembukaan acara webinar, Jum’at,18/09/2020.

Senada dengan dengan Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Siak, Koordinator Tanoto Foundation Provinsi Riau, Dendi Satria Buana juga menyampaikan apresiasi atas kesigapan Kabupaten Siak dalam berinovasi selama PJJ ini.

“Saat ini Kabupaten Siak menjadi yang terdepan dalam implementasi PJJ di Provinsi Riau. Kita menyadari bersama bahwa pandemi covid-19 ini menuntut kita untuk terus berinovasi. Pembelajaran online yang aktif dan kontekstual merupakan salah satu kunci keberhasilan dalam memenuhi hak-hak peserta didik,” ujarnya saat memberikan sambutan.

Dalam kegiatan ini juga diadakan permodelan pembelajaran aktif dan kontekstual oleh Traning Specialist Tanoto Foundation, Sasmoyo Hermawan. Dia menjelaskan tentang pentingnya siswa untuk berkreasi setelah mereka memahami seperti yang disampaikan Ki Hajar Dewantara.

“Pembelajaran ke siswa seharusnya memenuhi tri “na” yaitu niteni, nirokke, dan nambahi. Konsep ini identik dengan pembelajaran aktif yang sedang berkembang saat ini. Niteni artinya siswa harus mampu mengenali dan menangkap suatu obyek. Kemudian setelahnya siswa harus mampu meniru atau nirokke dan kemudian mengembangkan, berkreasi atau nambahi,” ucapnya saat memberikan materi.

Dia juga menegaskan pentingnya memberikan pemahaman secara kontekstual pada mata pelajaran yang diajarkan ke siswa.

“Apa sih manfaat kita belajar persamaan linier satu variabel dalam kehidupan sehari-hari? Dengan belajar persamaan linier satu variabel kita bisa menghitung berapa jumlah masker yang kita distribusikan. Atau kita bisa mengetahui komposisi kandungan alkohol jika kita ingin membuat hand sanitizer,” jelasnya saat memberikan pertanyaan kontekstual ke peserta.

Kegiatan webinar ini mendapatkan respons luar biasa dari para penonton. Webinar yang awalnya diadakan untuk internal guru SMP di Kabupaten Siak, ternyata di luar dugaan diikuti oleh ratusan guru dari beberapa kota di Indonesia. Tercatat di daftar hadir total peserta 671 orang yang terdiri dari berbagai kota di Indonesia seperti Surabaya, Klaten, Nias, Watampone, Cilegon, Bandung, Yogyakarta hingga Aceh.

“Semoga di acara selanjutnya ada materi tentang pendidikan di era new normal berdasarkan demografi peserta didik,” harap Ning Tri Pritajati guru SMP Kimia Tirta Utama di acara selanjutnya.