//pc
//hp
Baju Seragam..
Disdikbud Kab. Siak - 09 Februari 2021, Pukul 08:34 WIB

GEGARA belacan heboh sekampung. Macam soal seragam sekolah juga. Heboh sejagat. Yang mencungkil-cungkil perkara seragam budak-budak ni macam tak pernah pakai seragam waktu sekolah dulu agaknya. Sekolah dalam belantara hutan Amazon kah? Sudah 75 tahun Indonesia Merdeka, tapi belum mampu memerdekakan pikiran konservatif soal seragam sekolah

Padahal semua kita (Sekolah dan Perguruan Tinggi) sedang berkerut kening memikirkan dalam-dalam menafsirkan Kebijakan Mas Menteri-Nadiem Anwar Makarim soal Merdeka Belajar untuk tingkat Sekolah dam Merdeka Belajar Kampus Merdeka (MBKM) untuk perguruan tinggi.

Diskursus yang berkembang seakan memperlihatkan kita ini adalah Bangsa yang sudah lebih setengah abad merdeka, namun belum mampu memaknai kebebasan dalam memilih Baju Seragam.

Lalu apakah Baju Seragam Sekolah itu tak berfaedah? Banyak. Namun energi para pengambil kebijakan strategis tranformasi Pendidikan Indonesia jangan banyak terkuras untuk perkara yang sudah selesai pada abad ke 16 itu. Apa kata dunia?

Seragam sekolah merupakan praktik yang berasal dari abad ke-16 di Inggris. Sekolah Rumah Sakit Kristus di Inggris pada tahun 1552 adalah sekolah pertama yang menggunakan seragam sekolah. Siswa ketika itu diberi seragam mantel biru panjang dan kaus kaki kuning setinggi lutut. Budaya ini kemudian menyebar ke seluruh dunia yang sebetulnya plural; beragam.

Seragam sekolah membangun identitas sekolah di masyarakat, memperkuat rasa memiliki murid sebagai bagian dari organisasi atau kelompok. Mengurangi tekanan dari teman sebaya. Siswa lebih berkonsentrasi pada studi, membuat ruang kelas menjadi lebih serius, memungkinkan murid untuk tampil lebih baik secara akademis.

Seragam sekolah mengajarkan siswa untuk berpakaian cerdas dan bangga dengan penampilan mereka. Ini membantu mereka untuk mempersiapkan diri ketika mereka meninggalkan sekolah dan mungkin harus berpakaian cerdas atau mengenakan seragam. Membangun rasa persatuan dan rasa memiliki. Menumbuhkan rasa bangga dan menciptakan rasa keunikan.

Dalam hidup, kita selalu memiliki kemampuan untuk memilih.Viktor Fankl, seorang ahli saraf dan psikiater Austria yang selamat dari dari peristiwa Holocaust. Dia satu-satunya anggota keluarga yang masih selamat dari pembantaian Nazi yang biadab itu.

Karyanya yang termashyur, ‘Man’s Search for Meaning’ mengisahkan kehidupannya di kemah konsentrasi dan bagaimana dia menggunakan kekuatan pikirannya untuk tetap mempertahankan pandangan bahwa Pilihan adalah faktor penentu yang membuatnya tetap hidup.!

Semua orang punya kemerdekaan tapi belum tentu memiliki kebebasan (Klemmer, 2010). Kebebasan adalah kemampuan untuk melakukan apa yang Anda ingin lakukan ketika Anda ingin melakukannya, pergi kemana pun Anda ingin pergi ketika Anda ingin ke sana.

Yang terpenting adalah kemampuan untuk menjadi apa yang Anda inginkan ketika Anda menginginkannya. Bila kita takut dan tidak membuat pilihan yang tepat, maka kita akan kehilangan kebebasan yang paling hakiki itu.

Pertanyaan visioner yang paling esensial dari perjalanan hidup seseorang adalah mau Menjadi apa kita? Menjadi Siapa kita? Kita lah yang memilih dan memutuskan, bukan orang lain.

Emak dan Bapak saya yang buta huruf tak pernah mengenyam Pendidikan di bangku di ‘Sekolah Kematian’ pun dah paham. Sedari sekolah dasar sampai menengah saya dibuatkan Baju Seragam. Untuk apa? Agar saya bisa naik kelas? Justru saya adalah Profesor yang pernah tidak naik kelas alias tinggal di kelas satu Sekolah Dasar, padahal saban hari pakai Baju Seragam. Insyaf lah..!

Penulis:

L.N. Firdaus
Pensyarah di FKIP Universitas Riau


Baca juga :

SIAK, (ANTARA) - Bupati SiakAlfedri mengapresiasi diluncurkannya Chanel "Disdikbud Siak Bedelau" di Youtube sebagai metode pembelajaran jarak jauh bekerjasama dengan Tanoto Foundation di masa Pandemi COVID-19 saat ini.

"Kami atas nama Pemkab Siak mengapresiasi terobosan atau inovasi yang dibuat oleh Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Siak ini yang bekerjasama dengan Tanoto Foundation," kata Alfedri, Rabu.

Ia sampaikan pembelajaran daring dinilai sejalan dengan salah satu visi Kabupaten Siak. Yaitu terwujudnya masyarakat kabupaten Siak yang cerdas dan sejalan dengan program Siak menuju 100 kabupaten/kota smart city di Indonesia.

Oleh karena itu, program ini diharapkannya akan menjadi program berkelanjutan baik dalam kondisi sekarang ini, dan masa yang akan datang. Melalui metoda belajar secara virtual ini pihaknya mendorong agar chanel youtube tersebut bisa berkembang.

"Dengan diluncurkannya program itu, sekaligus diharapkan dapat menjawab tantangan pendidikan saat ini, mengingat wilayah Kabupaten Siak yang cukup luas," sambungnya.

Kata Alfedri, sejak merebaknya wabah corona di Indonesia, Pemkab Siak pada pertengahan Maret 2020 lalu, telah mengeluarkan kebijakan untuk meliburkan sekolah. Namun kebijakan tersebut harus dipahami dan diketahui oleh masyarakat, mengingat kebijakan libur sekolah yang dibuatnya itu tentunya sistem proses belajar mengajar tetap berjalan (belajar di rumah).

Kepala Disdikbud Siak, Lukman, menambahkan, tujuan chanel Disdikbud Siak Bedelau ini dibuat untuk menyikapi proses belajar mengajar di masa wabah COVID-19. Ini dilakukan dengancara menunjuk guru yang kompeten sesuai kelas untuk SD/MI dan sesuai mata pelajaran untuk SMP/MTs.

"Ini adalah kerisauan dari rekan-rekan guru, orang tua murid maupun murid itu sendiri yang telah lama tidak bertatap muka dalam proses belajar dan mengajar," sebutnya.

Guru yang ditunjuk lanjutnya akan mengajar secara live dan akan disaksikan atau diikuti oleh guru-guru dan peserta didik yang lain se-Siak. Hal ini dilakukan untuk menjawab permasalahan bagi guru-guru yang masih lemah dengan teknologi dan juga masih lemah mendesain pembelajaran berbasis teknologi.

Lanjutnya, saat ini telah dilakukan Musyawarah Guru Mata Pelajaran (MGMP) SMP/MTs setiap mata pelajaran (mapel) secara daring. untuk membantu guru memahami pembelajaran jarak jauh berbasis teknologi dan memotivasi guru untuk mengubah pola terhadap pola belajar dan mengajar di saat wabah Covid-19 ini.

"InsyaAllah akan dilakukan tindak lanjut MGMPvirtual berbasis rayon atau kecamatan dan akan menyusul KKG Virtual untuk guru-guru di SD/MI. Jika wabah COVID-19 ini masih berlangsung maka pembelajaran daring melalui channel youtube Disdikbud Siak Bedelau akan dimulai di awal Tahun Pelajaran 2020/2021 (bulan Juli 2020). (adv)

Pewarta : 
Editor: Riski Maruto
COPYRIGHT © ANTARA 2020
TRIBUNPEKANBARU.COM, SIAK - Bupati Siak Alfedri mengapresiasi diluncurkannya chanel youtube Disdikbud Siak Bedelau. Menurutnya pola pembelajaran melalui chanel youtube ini sangat tepat di masa pandemi Covid 19 saat ini. "Kami atas nama Pemkab Siak mengapresiasi terobosan atau inovasi yang dibuat oleh Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Siak ini yang bekerjasama dengan Tanoto Foundation," kata Alfedri, Rabu (21/5/2020).

Ia sampaikan pembelajaran on-line dinilai sejalan dengan salah satu visi Kabupaten Siak yaitu terwujudnya masyarakat kabupaten Siak yang cerdas dan sejalan dengan program Siak menuju 100 kabupaten/kota Smart City di Indonesia. “Oleh karena itu program ini akan mejandi program berkelanjutan baik dalam kondisi sekarang ini, dan masa yang akan datang," ucapnya.

Lebih lanjut ia mengatakan, metoda belajar secara virtual ini bisa berjalan dengan baik. Pihaknya mendorong agar chanel youtube tersebut bisa berkembang. Dengan diluncurkannya program itu, sekaligus diharapkan dapat menjawab tantangan pendidikan saat ini, mengingat wilayah Kabupaten Siak yang cukup luas.

Kata Alfedri, sejak merebaknya wabah corona di Indonesia, Pemkab Siak pada pertengahan Maret 2020 kemarin, telah mengeluarkan kebijakan untuk meliburkan sekolah. Kebijakan tersebut harus dipahami dan diketahui oleh masyarakat, mengingat kebijakan libur sekolah tidak menghentikan proses belajar. "Tentunya sistem proses belajar mengajar tetap berjalan yakni belajar di rumah," kata dia.
Inovasi 'Disdikbud Siak Bedelau' tersebut merupakan solusi cerdas dalam memberikan pembelajaran kepada para tenaga didik maupun peserta didik tengah kondisi Siak menghadapi wabah Corona atau Covid-19.

Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kabupaten Siak Lukman, menambahkan, tujuan chanel Disdikbud Siak Bedelau ini dibuat untuk menyikapi proses belajar mengajar di masa wabah Covid-19. "Ini adalah kerisauan dari rekan-rekan guru, orang tua murid maupun murid itu sendiri yang telah lama tidak bertatap muka dalam proses belajar dan mengajar," sebutnya.

Lukman menjelaskan, pola pembelajaran di channel youtube Disdikbud Siak Bedelau dengan cara menunjuk guru yang kompeten sesuai kelas untuk SD/MI dan sesuai mata pelajaran untuk SMP/MTs.

Kemudian, guru yang ditunjuk akan mengajar secara live dan akan disaksikan atau diikuti oleh guru-guru dan peserta didik yang lain se Kabupaten Siak. Hal ini dilakukan untuk menjawab permasalahan bagi guru-guru yang masih lemah dengan teknologi dan juga masih lemah mendesign pembelajaran berbasis teknologi.

Lanjutnya, saat ini telah dilakukan Musyawarah Guru Mata Pelajaran (MGMP) SMP/MTs setiap mata pelajaran (mapel) secara dalam jaringan (daring) , untuk membantu guru memahami pembelajaran jarak jauh berbasis teknologi. Memotivasi guru untuk mengubah mindset terhadap pola belajar dan mengajar di saat wabah Covid-19 ini.

"InsyaAllah akan dilakukan tindak lanjut MGMP Virtual berbasis rayon atau kecamatan. Begitu juga akan menyusul KKG Virtual untuk guru2 di SD/MI," ujarnya.

Menurut Lukman, jika wabah Covid-19 ini masih berlangsung maka pembelajaran daring melalui channel youtube Disdikbud Siak Bedelau akan di mulai di awal Tahun Pelajaran 2020/2021 (Juli 2020).

Bagi orangtua atau peserta didik yang tidak punya fasilitas HP maka akan dilakukan pembelajaran luring (luar jaringan) dengan cara menentukan portal-portal atau tempat bagi anak-anak mengambil materi atau tugas. Nanti akan disiapkan modul bagi peserta didik yang tidak bisa melaksanakan pembelajaran daring.

Untuk kerjasama dengan pihak Tanoto Foundation (TF) sudah berjalan dua tahun terakhir. TF melakukan pendampingan bagi guru-guru dan kepala sekolah dalam rangka meningkatkan mutu pendidikan di Kabupaten Siak. Guru-guru dan kepala sekolah banyak mendapatkan ilmu dan bimbingan dari TF, karena TF memiliki tenaga ahli dan profesional terkait pengembangan mutu pendidikan.

Sementara Dendi Satria Buana Perwakilan Tanoto Foundation mengatakan, pihaknya bekerjasama dengan Kabupaten Siak melalui Program PINTAR untuk peningkatan mutu Pendidikan Dasar (SD/MI & SMP/MTs). Kerjasama ini telah berlangsung dari 2018 hingga saat ini.

Melalui program Pintar kata Dendi, TF mendukung penembangan kompetensi kepsek, guru dan pengawas melalui pelatihan-pelatihan serta pendampingan ke sekolah. Selama ini (sebelum ada COVID-19), pelatihan & pendampingan dilakukan secara langsung.

Di masa penanganan pandemi Covid-19 ini TF mendukung terselenggaranya Pembelajaran jarak jauh yang berkualitas dan bermakna.

Lukman menjelaskan, pola pembelajaran di channel youtube Disdikbud Siak Bedelau dengan cara menunjuk guru yang kompeten sesuai kelas untuk SD/MI dan sesuai mata pelajaran untuk SMP/MTs.

Kemudian, guru yang ditunjuk akan mengajar secara live dan akan disaksikan atau diikuti oleh guru-guru dan peserta didik yang lain se Kabupaten Siak. Hal ini dilakukan untuk menjawab permasalahan bagi guru-guru yang masih lemah dengan teknologi dan juga masih lemah mendesign pembelajaran berbasis teknologi.

Lanjutnya, saat ini telah dilakukan Musyawarah Guru Mata Pelajaran (MGMP) SMP/MTs setiap mata pelajaran (mapel) secara dalam jaringan (daring) , untuk membantu guru memahami pembelajaran jarak jauh berbasis teknologi. Memotivasi guru untuk mengubah mindset terhadap pola belajar dan mengajar di saat wabah Covid-19 ini.

"InsyaAllah akan dilakukan tindak lanjut MGMP Virtual berbasis rayon atau kecamatan. Begitu juga akan menyusul KKG Virtual untuk guru2 di SD/MI," ujarnya.

Menurut Lukman, jika wabah Covid-19 ini masih berlangsung maka pembelajaran daring melalui channel youtube Disdikbud Siak Bedelau akan di mulai di awal Tahun Pelajaran 2020/2021 (Juli 2020).

Bagi orangtua atau peserta didik yang tidak punya fasilitas HP maka akan dilakukan pembelajaran luring (luar jaringan) dengan cara menentukan portal-portal atau tempat bagi anak-anak mengambil materi atau tugas. Nanti akan disiapkan modul bagi peserta didik yang tidak bisa melaksanakan pembelajaran daring.

Untuk kerjasama dengan pihak Tanoto Foundation (TF) sudah berjalan dua tahun terakhir. TF melakukan pendampingan bagi guru-guru dan kepala sekolah dalam rangka meningkatkan mutu pendidikan di Kabupaten Siak. Guru-guru dan kepala sekolah banyak mendapatkan ilmu dan bimbingan dari TF, karena TF memiliki tenaga ahli dan profesional terkait pengembangan mutu pendidikan.

Sementara Dendi Satria Buana Perwakilan Tanoto Foundation mengatakan, pihaknya bekerjasama dengan Kabupaten Siak melalui Program PINTAR untuk peningkatan mutu Pendidikan Dasar (SD/MI & SMP/MTs). Kerjasama ini telah berlangsung dari 2018 hingga saat ini.

Melalui program Pintar kata Dendi, TF mendukung penembangan kompetensi kepsek, guru dan pengawas melalui pelatihan-pelatihan serta pendampingan ke sekolah. Selama ini (sebelum ada COVID-19), pelatihan & pendampingan dilakukan secara langsung.

Di masa penanganan pandemi Covid-19 ini TF mendukung terselenggaranya Pembelajaran jarak jauh yang berkualitas dan bermakna.


Penulis: Mayonal Putra
Editor: Ilham Yafiz
SIAK, RIAUBERNAS.COM - Sejumlah siswa mengikuti kegiatan belajar tatap muka hari pertama, Senin (04/01/2021). Walaupun ada beberapa anak yang tidak masuk pada hari ini namun hal ini bukanlah suatu halangan untuk dilaksanakannya proses belajar tatap muka ini. 

Sesuai dengan yang direncanakan oleh Dinas Pendidikan, proses belajar mengajar tatap muka ini akan dilaksanakan secara bergilir. Dan bagi yang tidak melaksanakan tatap muka akan tetap belajar secara daring. 

"Proses belajar mengajar tatap muka ini harus dilaksanakan sesuai dengan protokol kesehatan. Dinas Pendidikan dan Tenaga Pendidik tentunya sudah merencanakan yang terbaik untuk pelaksanaan belajar tatap muka ini. Dinas pendidikan juga akan menunjang kegiatan ini dengan memberikan masker gratis. Dan tidak lupa untuk menjalankan 3M bagi sekolah-sekolah yang sudah melaksanakan proses belajar tatap muka ini," kata Sekda Siak Arfan Usman.

Uji coba pelaksanaan proses belajar tatap muka ini akan berjalan selama 2 bulan. Dan nantinya akan diseleksi kembali apakah kegiatan ini akan dilanjutkan sesuai dengan keadaan dari daerah masing-masing. 

Sekda Siak juga mengingatkan supaya siswa membawa makanan minuman dari rumah dan tetap terus menggunakan masker, mencuci tangan, dan menjaga jarak, serta tetap semangat. (Van)