Koleksi Materi Pembelajaran

Setiap manusia yang ada di bumi pasti memiliki berbagai kebutuhan untuk keberlangsungan hidupnya, mulai dari kebutuhan primer, sekunder hingga tersier.

Kebutuhan pada dasarnya berasal dari kata “butuh” yang artinya perlu, penting, dan juga ketergantungan. Jika diartikan dari dasar katanya, maka arti kata kebutuhan adalah setiap hal yang diperlukan orang lain dalam sebuah kegiatan tertentu.

Menurut beberapa ahli sendiri, pengertian kebutuhan adalah setiap hal yang timbul secara naluriah, yang sangat diperlukan oleh manusia untuk bisa bertahan hidup dan menjalankan berbagai macam aktivitas.

When we want to make delicious food, we need recipe because there are steps that can lead us in it. Recipe is an example of procedure text. When you buy a new TV or a new phone cell, there must be a book instruction in the box. Then, How to operate computer and When you want to download something from the internet.we need manual. It  is all of examples of procedure .there are steps before we do that. Those steps also procedure text. what is procedure text actually? Procedure text is a text that explains how people make or do something  step by step.  Communicative purpose of this text is to describe how something is made through a sequence of actions or steps. There are three generic structures in procedure text. The first is goals or purposes. The second is materials or tools. The third and the last are steps or methods. To know the text that we read is procedure or not is so simple. You can read the title if the title is started with ‘how to make…’ or ‘how to use…’ it can be certainly that the text is procedure text

Dari Guru Terbaik

Dinas Pendidikan dan Kebudayaan

Dinas Pendidikan dan Kebudayaan

Dinas Pendidikan dan Kebudayaan

Berita Terbaru

Lokakarya Orientasi Pendidikan Guru Penggerak Angkatan 5 Kabupaten Siak

Siak, 21 Mei 2022 — Program Pendidikan Guru Penggerak adalah program pendidikan kepemimpinan bagi guru untuk menjadi pemimpin pembelajaran. Program ini meliputi pelatihan daring, lokakarya, konferensi, dan pendampingan selama 6 bulan bagi calon Guru Penggerak (CGP). Selama pelaksanaan program, guru tetap menjalankan tugas mengajarnya sebagai guru. Terdapat 7 kali lokakarya yang harus dilalui oleh seorang calon guru penggerak, dan lokakarya pertama dikenal dengan nama lokakarya orientasi. 

Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Siak melalui Bidang Pembinaan Guru dan Tenaga Kependidikan (PGTK), H. Novendri mengundang pengawas sekolah, kepala sekolah CGP, pengajar praktik, dan Calon Guru Penggerak (CGP) untuk hadir dalam Lokakarya Orientasi Program Pendidikan Guru Penggerak Angkatan 5 yang dilaksanakan di Aula SMP Negeri 1 Siak, pada hari sabtu, 21 Mei 2022. Kegiatan lokakarya melibatkan pengawas sekolah mulai dari TK, SD, SMA, Kepala sekolah sejumlah Calon Guru penggerak, 10 pengajar praktik, dan 50 orang Calon Guru Penggerak (CGP).

Kegiatan ini dibuka oleh Plt. Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Siak, H. Mahadar, S.Pd., MM, dalam sambutannya beliau menyampaikan harapannya bahwa Calon Guru Penggerak ini akan dijadikan agen yang kelak bisa berkontribusi kepada Dinas Pendidikan dan Kebudayaan untuk melakukan transformasi Pendidikan di daerah Kabupaten Siak. 

Didampingi oleh pihak PPPPTK TK & PLB, Bapak Shony Budiman, S.E., M.Ak.,Ak., CA sebagai Kasub Pokja Kerjasama Lembaga, kegiatan lokakarya orientasi ini dilakukan mulai dari pukul 08.00 WIB sampai dengan pukul 16.00 WIB, Bapak Shony Budiman menjelaskan bahwa kegiatan lokakarya orientasi ini adalah program penting untuk perbaikan dunia pendidikan dan sekaligus merupakan kegiatan lanjutan setelah acara pembukaan secara nasional oleh Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi pada tanggal 18 Mei 2022 yang lalu, diharapkan seluruh calon guru penggerak bisa berpartisipasi aktif dan bila terjadi kendala dalam pelayanan oleh PPPPTK TK & LB, peserta dimohon bersabar selama penyelenggaraan program pendidikan guru penggerak karena memang saat ini sedang terjadi perubahan birokrasi. 

Selama kegiatan lokakarya, pengajar praktik membimbing calon guru penggerak disaksikan oleh pengawas sekolah dan kepala sekolah calon guru penggerak, fokus kegiatan lokakarya orientasi ini adalah untuk menghasilkan produk berupa Kesepakatan Peran CGP dan Kepala Sekolah, Peta posisi diri, dan Rencana Pengembangan Kompetensi CGP. Dalam kegiatan ini kepala sekolah CGP dan Calon Guru Penggerak membuat dan menandatangani kesepakatan bersama yang disebut sebagai kesepakatan peran calon guru penggerak dan kepala sekolah dengan harapan selama kegiatan pendidikan berlangsung, masing-masing pihak bisa bersinergi secara bahu membahu dalam memajukan pendidikan di lingkungan sekolah. Semoga dengan telah terlaksananya pembukaan dan lokakarya orientasi pendidikan guru penggerak, transformasi pendidikan di daerah Kabupaten Siak segera akan terwujud.(RH)

Transformasi Pendidikan, Disdikbud Kab. Siak memberikan penguatan kepada PP dan CGP

Siak, 21 April 2022 --- Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Siak melalui Bidang Pembinaan Guru dan Tenaga Kependidikan (PGTK) memberikan penguatan kepada guru pengajar praktik dan calon guru penggerak yang telah lulus pada seleksi tahap 2 Program Guru Penggerak yang dilakukan langsung oleh Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi.


Guru Penggerak adalah pemimpin pembelajaran yang mendorong tumbuh kembang murid secara holistik, aktif dan proaktif dalam mengembangkan pendidik lainnya untuk mengimplementasikan pembelajaran yang berpusat kepada murid, serta menjadi teladan dan agen transformasi ekosistem pendidikan untuk mewujudkan profil Pelajar Pancasila


Guru penggerak berperan Menggerakkan komunitas belajar untuk rekan guru di sekolah dan di wilayahnya, Menjadi Pengajar Praktik bagi rekan guru lain terkait pengembangan pembelajaran di sekolah, Mendorong peningkatan kepemimpinan murid di sekolah, Membuka ruang diskusi positif dan ruang kolaborasi antara guru dan pemangku kepentingan di dalam dan luar sekolah untuk meningkatkan kualitas pembelajaran, Menjadi pemimpin pembelajaran yang mendorong well-being ekosistem pendidikan di sekolah

Plt. Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Siak, H. Mahadar, S.Pd., MM memberikan penguatan dan harapannya kepada seluruh guru pengajar praktik dan calon guru penggerak yang hadir untuk memacu semangat perubahan pendidikan dan menularkannya kepada rekan-rekan yang ada di sekolah sehingga transformasi pendidikan di Kabupaten Siak segera bisa terwujud.  


Didampingi oleh Kepala Bidang PGTK, H. Novendri dan Kasi GTK, Kadri seluruh guru pengajar praktik dan calon guru penggerak diberikan arahan dan motivasi sehingga nanti akan semakin sukses dalam menjalankan setiap tahapan program guru penggerak. Alhamdulillah pada program guru penggerak angkatan perdana bagi Kabupaten Siak atau tepatnya pada angkatan 5 secara nasional, Kabupaten Siak berhasil mendapatkan 10 orang guru pengajar praktik dan 50 orang calon guru penggerak dengan rincian 1 orang dari tingkat PAUD, 2 orang dari tingkat TK, 10 orang dari tingkat SD, 21 orang dari tingkat SMP, 12 orang dari tingkat SMA, dan 4 orang dari tingkat SMK.   


Seluruh guru pengajar praktik dan calon guru penggerak melakukan silaturahmi dan diskusi bersama bertempat di Aula lantai 2 Kantor Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Siak. Diskusi tersebut membahas persiapan yang akan dilakukan menjelang pelatihan perdana yang dimulai pada tanggal 18 Mei 2022 nanti. Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Siak mengharapkan agar semakin banyak guru-guru yang bisa ikut dan lulus menjadi pengajar praktik dan guru penggerak sehingga ekosistem pendidikan di Kabupaten Siak akan semakin baik. (RH)

Thank you Rasidah Alfedri, Angka Stunting di Siak Alami Penurunan

RIAUONE.COM,SIAK- Berdasarkan data E-PPBGM (Pencatatan dan Pelaporan Gizi Berbasis Masyarakat) Angka balita stunting di Kabupaten Siak tahun 2019 sebanyak 13,72 persen dari seluruh jumlah balita di Kabupaten Siak. Sedangkan di tahun 2020 mengalami penurunan sekitar 1,02 persen, yaitu sebanyak 12,70 persen balita stunting dari seluruh jumlah balita di Kabupaten Siak.

Upaya penurunan angka stunting di tahun 2021 Pemkab Siak telah menetapkan sebanyak 15 Kampung dan Kelurahan  di tujuh kecamatan sebagai lokasi fokus intervensi penurunan stunting terintegrasi. Yakni tersebar dikecamatan Kandis, Koto Gasib, Lubuk Dalam, Tualang, Siak, Sabak Auh dan Pusako.

Sementara untuk di tahun 2022 ditetapkan sebanyak 28 Kampung dan Kelurahan  yang tersebar di delapan kecamatan, yakni Kecamatan Kandis, Siak, Koto Gasib, Lubuk Dalam, Sungai Apit, Tualang, Mempura dan Pusako.

Sebagai mitra Pemerintah, Tim Penggerak PKK terlibat dalam penanganan kasus stunting. Bekerjasama dengan lintas sektor dan bersama-sama masyarakat dalam mencegah terjadinya stunting.

Hal itu disampaikan Rasidah Abdulgani di acara Pencanangan TP PKK Kabupaten Siak Dalam Menurunkan Angka Stunting, Bekerjasama dengan BOB PT Bumi Siak Pusako Pertamina Hulu dan Pemerintah Kabupaten Siak di kampung lokasi fokus stunting, Selasa (6/7/2021), di Kampung Benayah.

Tidak itu saja lanjut dia, melalui Forum Peningkatan Konsumsi Ikan (Forikan) Siak yang dipimpinnya,  juga gencar melakukan sosialisasi pencegahan stunting.  

"Penanganan stunting di Kabupaten Siak bukan hanya ditangani Dinas Kesehatan saja namun melibatkan seluruh level pemerintahan dan organisasi kemasyarakatan sampai tingkat Kampung," jelas Rasidah.

Selaku Ketua Tim Penggerak PKK Kabupaten Siak, dirinya mengajak semua kader PKK untuk ikut terlibat secara aktif dan sistematis dalam pencegahan dan penanggulangan stunting. Ini diharapkan bisa menekan prevalensi stunting yang ada di Kabupaten Siak.

"Setiap kesempatan, kami selalu mengajak seluruh kader PKK untuk terlibat aktif dalam pencegahan dan penanggulangan stunting, karena ini menyangkut mutu dan kualitas anak-anak kita sebagai generasi penerus bangsa," imbuhnya.

Keterlibatan TP PKK Kabupaten Siak  dalam upaya pencegahan stunting di kabupaten Siak berdasarkan Surat Keputusan Bupati Siak Nomor 287 Tahun 2021 tentang Konvergensi Pencegahan dan Penurunan Stunting.

Kegiatan Pencanangan TP PKK Kabupaten Siak tersebut mengangkat tema Ayo Tingkatkan Peran Serta PKK Dalam Pencegahan dan Penurunan Stunting Menuju Keluarga Sejahtera.

Pada acara itu diserahkan bantuan Pemberian Makanan Tambahan (PMT), sebanyak 60 paket untuk Balita dan Batita dan 14 paket untuk ibu-ibu hamil di posyandu Melati, kampung Benayah kecamatan Pusako.

Turut hadir perwakilan managemen BOB PT BSP Pertamina Hulu Rio Sandi, Wakil Ketua TP PKK Kabupaten Siak Ananda Laila Putri dan sejumlah pengurus PKK, Camat Pusako Harland WM, Penghulu Benayah, Ketua PKK Kampung Benayah dan Kader Posyandu.

Laporan: Masroni

Kelas lainnya

Bahan ajar penunjang guna pengembangan pengetahuan dalam bidang teknologi dan informasi ataupun bidang lainnya. Materi diberikan langsung oleh Instansi terkait dari Pemerintah Kabupaten Siak